Rabu, 01 Juni 2022

LATIHAN BAHASA INDONESIA

1) Bentuk interaksi sosial yang berfungsi untuk mencari penyelesaian bersama diantara pihak-pihak yang mempunyai perbedaan kepentingan adalah pengertian dari ....

A:) negosiasi

B:) cerita singkat

C:) anekdot

D:) puisi

E:) prosedur komplek

JAWAB: 

2) Berikut ini yang tidak termasuk struktur negosiasi adalah ....

A:) orientasi

B:) pembahasan

C:) pengajuan

D:) penawaran

E:) penutup

JAWAB: E

3) Tujuan dilakukannya negosiasi adalah untuk mencapai .…
A:) Memberikan informasi
B:) Kesenangan semata
C:) Keuntungan tersendiri
D:) Kepentingan orang lain
E:) Kesepakatan bersama

JAWAB: 

4) “Mengucapkan salam-membalas salam” dalam teks negosiasi merupakan ....
A:) pembuka
B:) sapaan
C:) pasangan tuturan
D:) tatacara bertamu
E:) penutup

JAWAB: C

5) Konflik pada negosiasi biasanya terjadi pada bagian ….

A:) orientasi
B:) penawaran
C:) persetujuan
D:) pembelian
E:) penutup

JAWAB: 

6) Bacalah teks negosiasi berikut dengan saksama!

Andi                : (1) “Bu, maaf buku PR saya sepertinya tertinggal.”

Ibu guru          : (2) “....”

Andi                : (3) “Sudah Bu, tapi saya lupa memasukkan bukunya ke dalam tas karena saya yakin bahwa buku itu sudah saya masukkan bersama buku lainnya.”

Ibu guru          : (4) “Baiklah. Kali ini Ibu maafkan.  (5) Lain kali jangan diulang lagi.”

Pernyataan yang sesuai untuk mengisi bagian yang rumpang tersebut adalah ....

A:) Lho, apa kamu tidak melihat jadwal?

B:) Memang apa yang kamu ingat?

C:) Apa saja pekerjaanmu sampai lupa jadwal?

D:) Lain kali kamu cermati lagi jadwal pelajarannya, ya?

E:) Kenapa sampai bisa tertinggal bukumu itu?

JAWAB: 

7) Bacalah teks negosiasi berikut dengan saksama!

Andi                : (1) “Bu, maaf buku PR saya sepertinya tertinggal.”

Ibu guru          : (2) “....”

Andi                : (3) “Sudah Bu, tapi saya lupa memasukkan bukunya ke dalam tas karena saya yakin bahwa bukun itu sudah saya masukkan bersama buku lainnya.”

Ibu guru          : (4) “Baiklah. Kali ini Ibu maafkan. (5) Lain kali jangan diulang lagi.”

Kalimat (1) merupakan bagian ....

A:) penawaran

B:) pengajuan

C:) orientasi

D:) persetujuan

E:) penutup

JAWAB: 

8) Bacalah teks negosiasi berikut dengan saksama!

Andi                : (1) “Bu, maaf buku PR saya sepertinya tertinggal.”

Ibu guru          : (2) “....”

Andi                : (3) “Sudah Bu, tapi saya lupa memasukkan bukunya ke dalam tas karena saya yakin bahwa bukun itu sudah saya masukkan bersama buku lainnya.”

Ibu guru          : (4) “Baiklah. Kali ini Ibu maafkan. (5) Lain kali jangan diulang lagi.”

Kalimat nomor (4) merupakan bagian ....

A:) orientasi

B:) penawaran

C:) penutup

D:) pengajuan

E:) persetujuan

JAWAB: 

9) “ Ini sudah murah, ma’af, di tempat lain lebih mahal. “

Kalimat tersebut adalah kalimat ….

A:) persuasif

B:) introgatif

C:) deklaratif

D:) ekspresif

E:) imperatif

JAWAB: A

10) Dalam negosiasi, proses yang tidak dilakukan adalah ....

A:) pengajuan

B:) penawaran

C:) kesepakatan

D:) pertentangan

E:) transaksi

JAWAB: 

11) “Terima kasih, Bu. Saya terima  tawaran ini, tetapi sebaiknya ongkos pajak menjadi tanggung jawab kita berdua, ya?”

Kalimat tersebut digolongkan ke dalam pernyataan yang berisi ....

A:) orientasi

B:) penawaran

C:) penutup

D:) pengajuan

E:) persetujuan

JAWAB: 

12) Urutan struktur teks negosiasi yang benar adalah ....

A:) (1) pengajuan; (2) orientasi; (3) penawaran; (4) persetujuan; (5)penutup

B:) (1) persetujuan; (2) orientasi; (3) penawaran; (4) pengajuan; (5) penutup

C:) (1) orientasi; (2) pengajuan; (3) penawaran; (4) persetujuan; (5) penutup

D:) (1) orientasi; (2) pengajuan; (3) persetujuan; (4) penawaran; (5) penutup

E:) (1) pengajuan; (2) orientasi; (3) penawaran; (4) persetujuan; (5) penutup

JAWAB: C

13) Bacalah kalimat berikut!

Bolehkah saya minta agar harga yang Anda tetapkan ini dikurangi 10% untuk komisi penjualan kami?

Berdasarkan isinya, kalimat tersebut disampaikan oleh ....

A:) penjual

B:) pembeli

C:) produsen

D:) pialang

E:) konsumen

JAWAB: 

14) Kalimat yang berisi hasil negosiasi adalah ....

A:) Kamu jangan hanya melihat dari sisi harganya.

B:) Kami setuju dengan penawaran yang kamu ajukan.

C:) Kalau dianggap terlalu mahal, jangan membeli rumah itu.

D:) Rupanya saya perlu melihat lagi rumah yang kamu tawarkan.

E:) Saya kira pantaslah kalau rumah saya ini berharga mahal.

JAWAB: 

15) Kalimat berikut yang berisi penawaran adalah ....

A:) Sepertinya saya malah ingin yang minimalis saja.

B:) Baiklah kalau begitu. Di outlet lain Mbak bisa lihat dulu.

C:) Apakah Mbak suka dengan desain  rumah ini?

D:) Kalau saya minta dibuatkan desain, bisa?

E:) Wah, belum. Kami tidak menyediakan jasa itu.

JAWAB: 

16) Biografi berasal dari kata bios berati hidup dan graphien berarti tulis. Berdasarkan kata dasarnya, biografi berasal dari bahasa ....

A:) Inggris

B:) Turki

C:) Latin

D:) Yunani

E:) Jerman

JAWAB: 

17) Biografi dapat mengisahkan tentang kehidupan seorang tokoh penting atau terkenal maupun tidak terkenal. Namun kebanyakan biografi bercerita tentang ....

A:) tokoh sejarah

B:) kehidupan pribadi penulis

C:) pengalaman pribadi tokoh idola

D:) kehidupan nyata tokoh

E:) tokoh masyarakat

JAWAB: 

18) Hal yang tidak perlu diungkapkan dalam penulisan biografi adalah ....

A:) mengungkapkan data berupa sifat tokoh

B:) mengungkapkan data berupa fakta tokoh

C:) mengungkapkan data berupa pendapat tokoh

D:) mengungkapkan data berupa kejadian penting tokoh

E:) mengungkapkan data fiktif tokoh

JAWAB: 

19) Biografi memuat informasi berupa fakta serta disajikan dalam bentuk ....

A:) eksposisi

B:) narasi

C:) kisah

D:) kehidupan

E:) deskripsi

JAWAB: B

20) Bacalah dengan saksama teks berikut!

Hamka adalah seorang sastrawan Indonesia . Nama lengkapnya, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Selain sebagai sastrawan, ia juga dikenal sebagai ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Dua novelnya, yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) dan tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939), melambungkan namanya sebagai sastrawan.

Banyak sekali pekerjaan yang sudah dilakoni Hamka sepanjang hidupnya dan dalam berbagai bidang pula. Hamka sudah menjadi seorang wartawan, sebagai guru agama di Padang Panjang (1927), kemudian mendirikan cabang Muhammadiyah  di Padang Panjang dan mengetuainya (1928).

Hamka adalah seorang autodidak dalam berbagai bidang ilmu, seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik, baik Islam maupun Barat.  Pada tahun  1959, Hamka mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo atas jasa-jasanya dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan bahasa Melayu.Selanjutnya, pada  tanggal 6 Juni 1974, ia kembali memperoleh gelar kehormatan tersebut dari Universitas Nasional Malaysia pada bidang kesusastraan. Ia juga memperoleh gelar profesor dari Universitas Prof. Dr. Moestopo. Selanjutnya, pada tanggal 26 Juli 1975, Musyawarah  Alim Ulama seluruh Indonesia melantik Hamka sebagai Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) yang pertama. Ia memangku jabatan itu sampai tahun 1981.

 Hamka meninggal dunia pada tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011.

Bukti bahwa teks biografi tersebut tidak ditulis sendiri oleh tokohnya ditandai oleh ....

A:) penggunaan kata ganti -nya, ia

B:) penyebutan nama lengkap Hamka

C:) penyebutan tanggal wafat Hamka

D:) penyebutan gelar dalam bidang keilmuan

E:) penyebutan kiprahnya dalam berbagai bidang

JAWAB: A

21) Bacalah dengan saksama teks berikut!

Hamka adalah seorang sastrawan Indonesia . Nama lengkapnya, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Selain sebagai sastrawan, ia juga dikenal sebagai ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Dua novelnya, yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) dan tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939), melambungkan namanya sebagai sastrawan.

Banyak sekali pekerjaan yang sudah dilakoni Hamka sepanjang hidupnya dan dalam berbagai bidang pula. Hamka sudah menjadi seorang wartawan, sebagai guru agama di Padang Panjang (1927), kemudian mendirikan cabang Muhammadiyah  di Padang Panjang dan mengetuainya (1928).

Hamka adalah seorang autodidak dalam berbagai bidang ilmu, seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik, baik Islam maupun Barat.  Pada tahun  1959, Hamka mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo atas jasa-jasanya dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan bahasa Melayu.Selanjutnya, pada  tanggal 6 Juni 1974, ia kembali memperoleh gelar kehormatan tersebut dari Universitas Nasional Malaysia pada bidang kesusastraan. Ia juga memperoleh gelar profesor dari Universitas Prof. Dr. Moestopo. Selanjutnya, pada tanggal 26 Juli 1975, Musyawarah  Alim Ulama seluruh Indonesia melantik Hamka sebagai Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) yang pertama. Ia memangku jabatan itu sampai tahun 1981.

Hamka meninggal dunia pada tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011.

Pernyataan yang sesuai dengan kutipan biografi tersebut adalah ....

A:) Hamka adalah sastrawan

B:) Hamka merupakan ulama

C:) Hamka dikenal sebagai penulis

D:) Hamka adalah sosok multitalenta

E:) Hamka adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia

JAWAB:

22) Bacalah dengan saksama teks berikut!

Hamka adalah seorang sastrawan Indonesia . Nama lengkapnya, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Selain sebagai sastrawan, ia juga dikenal sebagai ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Dua novelnya, yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) dan tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939), melambungkan namanya sebagai sastrawan.

Banyak sekali pekerjaan yang sudah dilakoni Hamka sepanjang hidupnya dan dalam berbagai bidang pula. Hamka sudah menjadi seorang wartawan, sebagai guru agama di Padang Panjang (1927), kemudian mendirikan cabang Muhammadiyah  di Padang Panjang dan mengetuainya (1928).

Hamka adalah seorang autodidak dalam berbagai bidang ilmu, seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik, baik Islam maupun Barat.  Pada tahun  1959, Hamka mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo atas jasa-jasanya dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan bahasa Melayu.Selanjutnya, pada  tanggal 6 Juni 1974, ia kembali memperoleh gelar kehormatan tersebut dari Universitas Nasional Malaysia pada bidang kesusastraan. Ia juga memperoleh gelar profesor dari Universitas Prof. Dr. Moestopo. Selanjutnya, pada tanggal 26 Juli 1975, Musyawarah  Alim Ulama seluruh Indonesia melantik Hamka sebagai Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) yang pertama. Ia memangku jabatan itu sampai tahun 1981.

 Hamka meninggal dunia pada tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011.

Berdasarkan isi biografi tersebut, Hamka ahli di bidang ....

A:) filsafat dan sastra

B:) filsafat, sastra, dan sejarah

C:) filsafat, sastra, sejarah, dan politik

D:) filsafat, sastra, sejarah, dan sosiologi

E:) filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik

JAWAB: E 

23) Bacalah dengan saksama teks berikut!

Hamka adalah seorang sastrawan Indonesia . Nama lengkapnya, Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Selain sebagai sastrawan, ia juga dikenal sebagai ulama, ahli filsafat, dan aktivis politik. Dua novelnya, yaitu Di Bawah Lindungan Ka’bah (1938) dan tenggelamnya Kapal Van der Wijck (1939), melambungkan namanya sebagai sastrawan.

Banyak sekali pekerjaan yang sudah dilakoni Hamka sepanjang hidupnya dan dalam berbagai bidang pula. Hamka sudah menjadi seorang wartawan, sebagai guru agama di Padang Panjang (1927), kemudian mendirikan cabang Muhammadiyah  di Padang Panjang dan mengetuainya (1928).

Hamka adalah seorang autodidak dalam berbagai bidang ilmu, seperti filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik, baik Islam maupun Barat.  Pada tahun  1959, Hamka mendapat anugerah gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar, Kairo atas jasa-jasanya dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan bahasa Melayu.Selanjutnya, pada  tanggal 6 Juni 1974, ia kembali memperoleh gelar kehormatan tersebut dari Universitas Nasional Malaysia pada bidang kesusastraan. Ia juga memperoleh gelar profesor dari Universitas Prof. Dr. Moestopo. Selanjutnya, pada tanggal 26 Juli 1975, Musyawarah  Alim Ulama seluruh Indonesia melantik Hamka sebagai Ketua Majelis Ulama  Indonesia (MUI) yang pertama. Ia memangku jabatan itu sampai tahun 1981.

Hamka meninggal dunia pada tanggal 24 Juli 1981 dalam usia 73 tahun dan dikebumikan di Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Ia juga dinyatakan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia setelah dikeluarkannya Keppres No. 113/TK/Tahun 2011 pada tanggal 9 November 2011.

Semangat yang dapat diteladani dari tokoh Hamka adalah ....

A:) Kepiawaian Hamka dalam mempelajari bidang keagamaan.

B:) Ketekunan dan komitmen Hamka dalam mempelajari beragam bidang ilmu.

C:) Hamka mampu meraih gelar doktor dan profesor dari perguruan tinggi.

D:) Hamka berjasa dalam penyiaran agama Islam dengan menggunakan bahasa Melayu.

E:) Hamka menulis novel Di Bawah Lindungan Ka’bah dan Tenggelamnya Kapal Van der Wijck.

JAWAB: 

24) Salah satu ciri teks biografi adalah ....

A:) Memiliki makna kata

B:) Berkaitan antara satu dengan lainnya

C:) Kalimat yang disajikan akurat

D:) Memiliki struktur yang terdiri dari orientasi, peristiwa atau masalah, dan reorientasi

E:) Penulisan subjektif

JAWAB: 

25) Hal yang tak perlu diungkapkan dalam penulisan biografi adalah ....

A:) mengungkapkan data berupa sifat tokoh

B:) mengungkapkan data berupa fakta tokoh

C:) mengungkapkan data fiktif tokoh

D:) mengungkapkan data berupa pendapat tokoh

E:) mengungkapkan data berupa kejadian penting tokoh

JAWAB: C

26) Biografi ditulis agar pembaca mengetahui bahwa tokoh tersebut memiliki [....]

Kata yang tepat untuk melengkapi kalimat rumpang tersebut adalah ....

A:) keistimewaan dibandingkan dengan tokoh lainnya

B:) keberuntungan dibandingkan dengan tokoh lainnya

C:) kekayaan apabila dibandingkan dengan tokoh lainnya

D:) kelemahan apabila dibandingkan dengan tokoh lainnya

E:) kemalangan dibandingkan dengan tokoh lainnya

JAWAB: 

27) Cermati kalimat berikut!

Untuk mengembangkan usahanya agar lebih besar, Mooryati Soedibyo membeli mesin pembuat pil berasal dari Taiwan.

Kata yang harus dihilangkan pada kalimat tersebut adalah ....

A:) lebih

B:) besar

C:) membeli

D:) pembuatan

E:) berasal

JAWAB: 

28) Struktur pada teks biografi ada 3, diantaranya adalah orientasi. Pada umumnya bagian orientasi berisi ....

A:) masalah yang dialami tokoh

B:) pengenalan dan gambaran awal tokoh

C:) pandangan tokoh terhadap sesuatu

D:) pandangan penulis terhadap tokoh

E:) peristiwa penulis terhadap tokoh

JAWAB: B

29) Untuk membuat teks biografi yang baik dan digemari oleh pembaca, maka harus memperhatikan ... teks biografi.

A:) sturktur dan kebahasaan

B:) nilai-nilai kehidupan

C:) unsur-unsur pembangunnya

D:) kebahasaan

E:) struktur

JAWAB: 

30) Karya sastra yang padat, singkat, dan imajinatif, yang disusun berdasarkan struktur lahir dan struktur batinnya disebut ....

A:) puisi

B:) cerpen

C:) anekdot

D:) novel

E:) roman

JAWAB: 

31) Pemilihan kata-kata yang dilakukan oleh penyair dalam puisinya disebut ....

A:) tipografi

B:) figuratif

C:) diksi

D:) nada

E:) tema

JAWAB: 

32) Cermati kalimat berikut!\n

Unsur [...] adalah pembangun penciptaan puisi dari dalam, seperti tema dan amanat.

Kata yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang tersebut adalah ....

A:) ekstrinsik

B:) intrinsik

C:) tersurat

D:) imajinasi

E:) gagasan

JAWAB: 

33) Cermati larik puisi berikut!\n

Keharuannya menanya dengan belalak mata berpijar.

Gaya bahasa yang terdapat pada larik tersebut adalah ....

A:) simile

B:) metafora

C:) metonimia

D:) personifikasi

E:) sarkasme

JAWAB: D

34) Pembacaan puisi “Doa” karya Chairil Anwar akan memperlihatkan ekspresi mimik berupa ….

A:) sedih

B:) gembira

C:) haru

D:) memberontak

E:) menakutkan

JAWAB: 

35) Bacalah puisi berikut!

Musik di Waktu Malam

Di atas mejaku bertumpuk buku

Pekerjaan sehari-hari

Mencari ilmu menambah budi.

Kawanku setia, kawanku berkata

Kawanku karib, bukan manusia ...

Suatu malam beta bertekun

Membaca kitab  penuh tertimbun

(Amal Hamzah)

Tema puisi tersebut adalah ....

A:) kerutinan

B:) kedamaian

C:) kerendahan

D:) kegundahan

E:) kerinduan

JAWAB: A

36) Bacalah puisi berikut!

Musik di Waktu Malam

Di atas mejaku bertumpuk buku

Pekerjaan sehari-hari

Mencari ilmu menambah budi.

Kawanku setia, kawanku berkata

Amanat puisi tersebut adalah ....

A:) menambah ilmu dapat dengan membaca

B:) mencari ilmu dapat menambah budi

C:) kawannya adalah mmembaca buku

D:) membaca kitab penuh bertimbun

E:) di atas mejanya selalu ada buku

JAWAB: 

37) Cermati kalimat berikut!

[...] puisi merupakan seni menampilkan puisi disertai dengan iringan musik dan lagu.

Kata yang tepat untuk mengisi bagian yang rumpang tersebut adalah ....

A:) baca puisi

B:) sandiwara

C:) musikalisasi

D:) deklamasi

E:) puitisasi

JAWAB: 

38) Istilah yang berhubungan dengan cara membaca puisi dengan menghafal larik demi larik dan menggunakan bantuan bahasa tubuh disebut ....

A:) vokalisasi

B:) musikalisasi

C:) apresiasi

D:) baca puisi

E:) deklamasi

JAWAB: 

 39) Bacalah puisi berikut!

Capung yang gelisah

Srigunting menukik resah

Di pohon-pohon kecil di bawah

Di atas tanggul sejarah

Di luar sungguh mengalir

Dalam garis-garis

Citraan yang terdapat pada puisi di atas adalah ....

A:) pendengaran

B:) perasaan

C:) penglihatan

D:) penciuman

E:) rabaan

JAWAB: 

40) Buku yang memuat kumpulan puisi, baik dari seorang penyair atau beberapa penyair, pernyataan tersebut merupakan pengertian dari ....
A:) pembacaan puisi
B:) memahami puisi
C:) antologi puisi
D:) penilaian puisi
E:) menulis puisi

JAWAB: 


Minggu, 08 November 2020

MENGIDENTIFIKASI NILAI-NILAI DALAM HIKAYAT

Nilai-Nilai dalam Hikayat

Ada beberapa nilai dalam hikayat yang dapat kita fahami yaitu:

  1. Nilai Religi, nilai yang berkaitan dengan agama dan ketuhanan.
  2. Nilai Moral, nilai yang berkaitan dengan kemanusiaan.
  3. Nilai Budaya, nilai yang berkaitan dengan pola hidup pada suatu masyarakat tertentu yang ada pada zamannya.
  4. Nilai Sosial, nilai yang berkaitan dengan hakikat manusia sebagai makhluk yang senantiasa berinteraksi dengan orang lain serta tidak dapat hidup sendiri.
  5. Nilai Edukasi, nilai yang berkaitan dengan segala hal yang berbentuk pendidikan dalam artian yang umum atau luas.
  6. Nilai Estetika, nilai yang berkaitan dengan keindahan. 
ee

Senin, 02 November 2020

MATERI AJAR BAHASA INDONESIA KELAS XI TENTANG CERPEN



MATERI PEMBELAJARAN : CERPEN 

A. KOMPETENSI DASAR :
3.8.Mengidentifikasi nilai-nilai 
kehidupan yang terkandung dalam 
kumpulan cerita pendek yang 
dibaca

3.8.1 Menentukan unsur instrinsik, 
ekstrinsik, dan nilai-nilai dalam 
cerpen serta menerapkan nilai-nilai 
dalam cerpen ke dalam kehidupan 
sehari-hari.

4.8 Mendemonstrasikan salah satu nilai 
kehidupan yang dipelajari dalam 
cerita pendek

B.  KOMPETENSI DASAR KETERAMPILAN: 
4.8.1 Mempresentasikan dan 
memperbaiki hasil kerja dalam 
diskusi kelas.

C. TUJUAN PEMBELAJARAN:

1. Setelah kegiatan pembelajaran, peserta didik mampu menentukan unsur 
intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilai dalam cerpen serta menerapkan nilai-nilai 
dalam cerpen ke dalam kehidupan sehari-hari ;
2. Peserta didik mampu mempresentasikan hasil kerja tentang menentukan unsur intrinsik, ekstrinsik, dan nilai-nilai dari sebuah  cerpen.

D. Materi Pembelajaran : Isi cerpen
Konsep
 Unsur instrinsik
 Unsur ekstrinsik
 Nilai-nilai kehidupan cerpen

A.  Unsur Instrinsik cerpen

Unsur instrinsik dalah unsur yang berasal dari dalam cerpen. Unsur-unsur ini meliputi tema, tokoh, alur cerita, latar, gaya Bahasa, sudut pandang dan amanat. untuk lebih jelasnya, ikuti pembahasan berikut ini.

Tema

Tema adalah ide ata gagasan yang melatarbelakangi suatu cerita pendek, oleh karena itu, tema sering disebut sebagai ruh atau nyawa dari sebuah cerpen.

Tema memiliki sifat umum atau general yang diambil dari permasalahan yang ada di masyarakat, lingkungan, pengalaman hidup penulis, sejarah, pendidikan, persahabatan dan masih banyak lagi.

Tokoh dan Penokohan

Unsur instrinsik yang tidak kalah penting selanjutnya adalah tokoh atau penokohan. Sebuah cerpen tidak bisa lepas dari unsur ini. Nah, Tokoh dan penokohan ini adalah dua hal berbeda dalam sebuah penulisan cerpen.

Tokoh adalah pelaku atau orang yang terlibat dalam cerpen. Sedangkan penokohan adalah gambaran watak atau sifat tokoh dalam sebuah cerita.

Terdapat 4 jenis tokoh yang ada dalam cerpen, seperti

  • Protagonis
    Tokoh yang menjadi aktor atau pemeran utama dalam cerpen yang mempunyai sifat baik.
  • Antagonis
    Tokoh atau pemeran utama yang menjadi lawan dari tokoh protagonis. Tokoh antagonis mempunyai watak yang negatif seperti iri, sombong, dengki, angkuh dan lain-lain.
  • Tritagonis
    Tokoh yang menjadi penengah antara protagonis dan antagonis. Tokoh ini biasanya memiliki sifat arif dan bijaksana.
  • Figuran
    Tokoh atau pemeran pendukung dalam sebuah cerpen untuk memberikan tambahan warna dalam cerita.

Selain 4 jenis tokoh, penokohan watak dalam cerpen dibagi menjadi dua metode, yaitu metode analitik dan metode dramatik.

Analitik adalah metode penyampaian mengenai sifat atau watak tokoh secara langsung dalam cerpen. Contohnya seperti keras kepala, pemberani, pemalu dan lain-lain.

Dramatik adalah metode penyampain sifat atau watak tokoh secara tersirat. Metode ini biasanya digambarkan dengan tingkah laku tokoh dalam cerita.

Alur

Alur adalah urutan jalan cerita dalam sebuah cerpen yang disusun secara kronologis. Dalam definisi lain, alur artinya rangkaian cerita sejak awal sampai akhir.

Ada dua jenis alur dalam cerpen, antara lain:

  • Alur maju
    Alur yang peristiwanya digambarkan secara kronologis, maju, dan runtut dari awal sampai akhir cerita.
  • Alur mundur
    Alur ini digambarkan dengan jalan cerita yang tidak urut. Penulis biasanya menceritakan sebuah konflik terlebih dahulu dan kemudian menengok kembali kejadian yang menjadi sebab konflik itu terjadi.

Setting atau Latar

Latar memuat tiga aspek yaitu waktu, suasana, dan tempat terjadinya cerita. Latar atau setting memberikan gambaran konkrit mengenai cerita yang ada dalam cerpen.

Sudut pandang

Sudut pandang atau point of view adalah arah pandang seorang penulis dalam menyampaikan sebuah cerita. Atau dengan kata lain, didefinisikan sebagai cara penulis memandang/menempatkan dirinya dalam sebuah cerita.

Sudut pandang dalam sebuah cerpen dibagi menjadi 3 yaitu sudut pandang orang pertama, kedua dan ketiga, bahkan kadang para penulis menggunakan sudut pandang orang yang berada diluar cerita.

Gaya Bahasa

Unsur intrinsik selanjutnya adalah gaya bahasa. Gaya Bahasa adalah ciri khas seorang penulis dalam menyampaikan tulisanya kepada para pembaca.

Masing-masing penulis memiliki ciri khas tersendiri seperti penggunaan majas yang khas, diksi dan pemilihan kalimat yang tepat dalam sebuah cerita.

Amanat

Amanat adalah pesan moral atau pelajaran yang bisa ambil dari cerpen. Pesan moral biasanya disampaikan tidak tertulis secara langsung dalam cerpen atau secara tersirat dan bergantung juga bagaimana seorang pembaca memahami cerita pendek. 

B.  Unsur Ekstrinsik Cerpen

Unsur ekstrinsik adalah unsur yang ada diluar cerpen, dimana secara tidak langsung unsur ekstrinsik mempengaruhi proses pembuatan sebuah cerpen. Untuk lebih jelasnya berikut unsur-unsur ekstrinsik dalam cerpen.

a.  Latar belakang masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah hal yang mendasari seorang penulis membuat sebuah cerpen yang mana menyangkut kondisi lingkungan masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi penulis antara lain:

  • Ideologi negara
  • Kondisi politik
  • Kondisi sosial
  • Kondisi ekonomi

b.  Latar belakang penulis

Latar belakang penulis adalah faktor yang ada dalam diri penulis sehingga mendorong penulis dalam membuat cerpen. Ada beberapa faktor latar belakang penulis antara lain:

  • Riwayat hidup penulis
  • Kondisi psikologis
  • Aliran sastra penulis

C.  NILAI-NILAI YANG TERKANDUNG DALAM CERPEN

Ada banyak nilai-nilai kehidupan dalam cerpen, antara lain adalah :

- nilai sosial, 

- nilai moral, 

-nilai budaya, 

-nilai agama, dan 

-nilai pendidikan. 

Untuk lebih jelasnya, yuk kita lihat kutipan cerpen di bawah ini!

Nilai Kehidupan dalam Cerpen/Novel beserta Contohnya, kita rangkum sebagai berikut:

A). Nilai Moral 

Nilai Moral adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan perangai, budi pekerti, atau tingkah laku manusia terhadap sesamanya. Biasanya nilai ini dapat diketahui melalui deskripsi tokoh, hubungan antar tokoh, dialog, dan lain-lain. 

Berikut contoh kutipan Nilai Moral: 

"Awalnya, aku mau berteman dengan siapa saja, namun setelah mengetahui kelebihanku, aku mulai memilih teman yang bisa dekat denganku. Apalagi dengan otakku yang pandai, semakin banyak teman yang menyukaiku. Maka, aku pun mulai memilih teman dari golongan menengah ke atas. Aku tidak lagi mau berteman dengan anak yang setara padaku" (Kutipan Cerpen "Penyesalanku" karya Dian Indria A) 

Pada kutipan cerpen diatas, terdapat nilai moral yang diambil. Nilai moral tersebut adalah aku yang berotak pandai dan hanya ingin berteman dari golongan menengah ke atas menggambarkan kesombongan yang merupakan sifat buruk. 

B). Nilai Sosial 

Nilai Sosial adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan masalah sosial dan hubungan manusia dengan masyarakat (interaksi sosial antar-manusia). Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran hubungan antar-tokoh. 

Berikut contoh kutipan Nilai Sosial: 

"Dua penumpang laki-laki, saat melihat Lail dan ibunya masuk, berdiri memberikan tempat duduk, "Terimakasih". Lail dan ibunya segera duduk" (Kutipan Novel "Hujan" karya Tere Liye) 

Pada kutipan novel diatas, terdapat nilai sosial yang diambil. Nilai sosial tersebut digambarkan oleh perilaku sopan santun dua penumpang laki-laki yang memberikan tempat duduknya kepada Lail dan ibunya yang baru masuk. Kemudian Lail dan ibunya mengucapkan terimakasih, yang menggambarkan bahwa Lail dan ibunya menghargai sopan santun kedua laki-laki itu. 

C). Nilai Religius (Nilai Agama) 

Nilai Religius adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan kepercayaan atau ajaran agama tertentu. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan simbol agama tertentu, kutipan atau dalil dari suatu kitab suci, dan penggambaran nilai-nilai kehidupan yang dilandasi ajaran agama yang bersifat universal. 

Berikut contoh kutipan Nilai Religus/Keagamaan: 

"Sebenarnya sangat banyak kejadian seperti itu yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang aku bingung dengan orang-orang yang tak peduli untuk menutup aurat mereka. Sungguh, sebenarnya apa arti jilbab bagi mereka?"  (Kutipan Cerpen "Apa Arti Jilbab Bagimu" karya Lamia N S) 

Pada kutipan cerpen diatas, terdapat nilai religius yang diambil. Nilai religius tersebut meliputi jilbab yang merupakan penutup aurat yang dipakai perempuan muslim untuk menutupi kepala dan leher sampai ke dada. 

D). Nilai Budaya 

Nilai Budaya adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat. Biasanya nilai ini dapat diketahui dengan penggambaran adat istiadat, bahasa dan gaya bicara tokoh yang mencerminkan bahasa tertentu, dan kebiasaan yang berlaku pada tempat para tokoh. 

Berikut contoh kutipan Nilai Budaya: "Iyaa, kita mau. Asalkan kamu mau janji akan nerusin tari jaipong ini. Kan asik kalo kita bisa ngewakilin Indonesia ke berbagai negara" (Kutipan Cerpen "Jaipong" karya Aldizza Aurelia) 

Pada kutipan cerpen diatas, terdapat nilai budaya yang diambil. Nilai budaya tersebut adalah tari jaipong yang merupakan tarian tradisional (kebudayaan) khas Jawa Barat. 

E). Nilai Pendidikan/Edukatif 

Nilai Pendidikan/Edukatif adalah nilai dalam cerpen/novel yang berhubungan dengan pengubahan tingkah laku dari baik ke buruk (pengajaran) atau bisa juga berhubungan dengan sesuatu hal yang mempunyai latar belakang pendidikan/pengajaran. 

Berikut contoh kutipan Nilai Pendidikan: "Agaknya selama turun menurun keluarga laki-laki cemara angin itu tak mampu terangkat dari endemik kemiskinan komunitas Melayu yang menjadi nelayan. Tahun ini beliau menginginkan perubahan dan ia memutuskan anak lelaki tertuanya Lintang, tak akan menjadi seperti dirinya" (Kutipan Novel "Laskar Pelangi" karya Andrea Hirata) 

Pada kutipan novel diatas terdapat nilai pendidikan, yaitu Ayah Lintang yang memutuskan untuk mendidik anak lelaki tertuanya Lintang agar tidak menjadi seperti dirinya, agar kelak dapat mengubah nasib keluarganya. 

catatan :

Dikutip dari internet melalui berbagai sumber untuk pembelajaran di classroom. 

Senin, 19 Oktober 2020

Menyampaikan Hasil Suntingan dengan Memperhatikan Struktur dan Kebahasaan


Penyuntingan bertujuan untuk menyempurnakan atau untuk mengurangi kekeliruan-kekeliruan yang mungkin terjadi dalam suatu teks.

Kegiatan penyuntingan dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

  1. Penyiapan teks (ceramah) yang akan disunting.
  2. Penyediaan bahan-bahan pemandu penyuntingan, seperti pedoman Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dan kamus. Selain itu, bahan-bahan tersebut harus disesuaikan dengan karangan yang akan disunting. Kalau itu berupa naskah ceramah, bahan pemandunya adalah buku tentang teknik penulisan ceramah.
  3. Mencermati bahan suntingan secara cermat, baik itu berkenaan dengan cara penyajian isi maupun bahasanya.
  4. Memperbaiki kesalahan yang terdapat dalam bahan suntingan secara benar dengan berpedoman pada sumber-sumber yang dapat dipercaya.

Penyuntingan dalam naskah pidato berkaitan dengan tiga hal, yaitu :

1. Bahasa

Penyuntingan bahasa mengandung beberapa aspek. Yaitu aspek EYD, tata bahasa (formal), diksi yang digunakan, tata bahasa, dan struktur kalimat.

2. Isi

Penyuntingan isi biasanya memperhatikan dua hal, seperti ; urutan penyajian (sesuai tidaknya dengan naskah pidato secara umum) dan kelengkapan isi. Naskah pidato perlu disunting pada bagian isi agar isi dalam pidato tidak bertele-tele.

3. Penalaran

Pidato perlu disunting pada bagian penalaran, agar maksud pidato dapat diterima jelas oleh pendengar.


Simak contoh teks pidato yang belum disunting berikut ini.

Hadirin yang berbahagia,
Marilah kita bersyukur keharidat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmatnya kita bisa berkumpul pada pagiyang cerah ini. Kita harus beryukur karena masih bisa menghirup udara kemerdekaan dan masih bisa bersama-sama kita berkumpul untuk memperingati hari pendidikan nasional.


Dulu, masyarakat kita dijajah dan tidak diberikan hak pendidikan yang layak. Dengan adanya kemerdekaan, kita mendapatkan hak pendidikan yang layak melalui program wajib sekolah dan program pendidikan gratis dari pemerintah. Sekiranya pahlawan kita tidak berjuang, tentu kita tidak akan mendapatkan kemerdekaan tersebut.


Marilah kita maknai hari pendidikan nasional ini sebagai moment untuk meningkatkan pendidikan masyarakat di segala bidang.

Teks pidato di atas perlu diperbaiki. Kesalahan yang ada adalah penulisan keharidat seharusnya ke hadirat, rahmatnya seharusnya rahmat-Nya, pagiyang seharusnya pagi yang, hari pendidikan nasional seharusnya hari Pendidikan Nasional.


Dalam hal penulisan kalimat, teks pidato di atas memiliki kalimat yang tidak efektif.


Dalam hal kepaduan paragraf, pada paragraf 2 teks tersebut memiliki kalimat yang tidak padu.


Perhatikan teks pidato yang sudah disunting sebagai berikut.

Hadirin yang berbahagia,
Pada pagi yang cerah ini, marilah kita bersyukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa. Atas segala rahmat-Nya, kita bisa berkumpul untuk memperingati hari Pendidikan Nasional.


Dulu, masyarakat kita dijajah dan tidak diberikan hak pendidikan yang layak. Dengan adanya kemerdekaan, kita mendapatkan hak pendidikan yang layak melalui program wajib sekolah dan program pendidikan gratis dari pemerintah.


Oleh sebab itu, marilah kita maknai hari Pendidikan Nasional ini sebagai moment untuk meningkatkan pendidikan masyarakat di segala bidang.


- Poin Penting

Menyunting naskah pidato berarti memperbaiki naskah pidato dalam segi kebahasaan dan isi.


Keterampilan menyunting naskah pidato membutuhkan pengetahuan tentang stuktur pidato, kalimat efektif, kepaduan paragraf, dan eyd. Selain itu, perlu juga kepekaan terhadap isu SARA dan hal sensitif lainnya.

Rabu, 07 Oktober 2020

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Gambar ilustrasi 

Dikutip dari : 

https://www.skokul.com/2298/menganalisis-struktur-dan-kebahasaan-teks-anekdot/

Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan yang berisi kritikan. Kritikan tersebut bisa berupa permasalahan yang berkaitan dengan layanan publik atau orang-orang terkenal.

Kegiatan 1
Mengidentifikasi Struktur Teks Anekdot.

Anekdot memiliki pesan moral, unsur lucu, dan memiliki struktur yakni abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.

Struktur Isi dalam Teks Anekdot, yakni:

1. Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.

2. Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.

3. Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya

4. konflik yang dialami oleh tokoh.

5. Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.

6. Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.

Contoh :

Aksi Maling Tertangkap CCTV dari bentuk dialog ke dalam bentuk narasi

Seorang warga melapor kemalingan.

Pelapor : “Pak saya kemalingan.”
Polisi : “Kemalingan apa?”
Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak…”

Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”
Pelapor : “Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.”
Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”

Pelapor : “Belum …. “ (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan.
Polisi : “Itu ilegal. Anda saya tangkap.”

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya).

Bacalah anekdot berikut di atas, kemudian pelajarilah cara menganalisis struktur anekdot.


Struktur Isi dalam Teks Anekdot di atas adalah:

1. Struktur abstraksi
Seorang warga melapor kemalingan.

2. Struktur orientasi
Pelapor : “Pak saya kemalingan.”
Polisi : “Kemalingan apa?”
Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak…”

3. Struktur krisis
Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”
Pelapor : “Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.”
Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”

4. Struktur reaksi

Pelapor : “Belum …. “ (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan.
Polisi : “Itu ilegal. Anda saya tangkap.”

5. Struktur koda
Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya).

Senin, 05 Oktober 2020

MENYUSUN BAGIAN-BAGIAN PENTING DARI PERMASALAHAN AKTUAL DALAM BERPIDATO

Budayakan Bermasker di Era Pandemi

Sahabat siswa, ketika kita mengenakan masker berarti kita berdamai dengan kehidupan. Mengapa? Karena di era pendemi Corona, manusia tak saja dituntut mengubah cara hidup tapi juga hakekat hidup.

Secara metoforis, hakekat hidup adalah berjalan, melangkah dan menggapai tak hanya dengan tenaga, tapi juga dengan tawakal dan doa. Di masa ketika semua orang mencemaskan banyak hal, wabah penyakit, harapan-harapan patah, bukankah hidup adalah tentang berjalan,
menghindar segala rintang atau mengalahkannya dengan segala daya.

Selagi hidup, yang kita perlukan adalah bijak menaruh kekhawatiran sebagai hal biasa, karena sejak lahir, musuh utama manusia sesungguhnya ketakutan, dan hal terburuk ketika kita takluk olehnya.

Sahabat siswa, sejak awal tahun 2020 ketika virus Corona mewabah, umat manusia di seluruh penjuru bumi kembali diserbu peradaban masker. Pandemi ini memaksa setiap orang tampil dengan gaya hidup baru yaitu gaya hidup bermasker. Tak ada lagi paras elok yang lepas bebas. Kecantikan dan ketampan kini tersembunyi di balik masker.

Masker sudah menjadi semacam “kebutuhan pokok”. Masker dibutuhkan oleh siapa saja, di mana saja. Masker tidak hanya digunakan oleh mereka yang melakukan aktifitas outdoor, tapi juga digunakan oleh mereka yang melakukan aktifitas indoor.

Masker kini tak sekadar gimik, tapi sebuah realitas tak tertolak. Dan, memaksa setiap orang di abad 21 tampil dengan gaya hidup yang baru yaitu gaya hidup di bumi bermasker.

Apabila engkau pernah melihat lukisan karya Michel Serre tentang wajah berlilitkan kain, Itulah bukti sejarah dari era Renaissance Eropa abad ke-16. Lukisan itu merekam kota Marseille, Prancis, yang menjadi pusat wabah pes bubo pada tahun 1720. Orang-orang terpaksa mengenakan kain di sekitar mulut dan hidung sebagaimana masker, sebagai cara menghindar tertular wabah Pes.

Sejak wabah Flu Spanyol di tahun 1918 melanda Amerika Serikat, masker telah dikenakan kalangan ilmuwan dan masyarakat. Perusahaan di seluruh dunia meningkatkan produksi masker untuk membantu mengurangi penyebaran flu.

Saat SARS mewabah pada 2002-2004, banyak orang Tiongkok yang mengenakan masker. Benda penyaring tersebut kian populer di masyarakat seiring memburuknya kualitas udara di kota-kota besar.

Sahabat siswa, dulu sebelum terjadi pandemi Covid-19 mungkin akan terlihat aneh jika dalam melakukan berbagai aktifitas orang-orang menggunakan masker. Tapi kini sebaliknya. Justeru akan terlihat aneh jika ada orang yang tidak menggunakan masker dalam melakukan aktifitas.

Di kantor-kantor, di tempat belanja, di jalan-jalan, dan dimana pun melakukan atifitas, sekarang semua orang wajib menggunakan masker. Terlepas dari apakah mereka menggunakan masker itu dengan kesadaran sendiri atau “terpaksa” karena ada aturan yang mengharuskan orang menggunakan masker.

Pandemi Covid-19 memang telah mengubah banyak hal dari kehidupan normal manusia. Mulai dari kebiasaan melakukan komunikasi, kebiasaan berinteraksi, kebiasaan dalam memelihara kesehatan, termasuk dalam kebiasaan menggunakan masker.

Pandemi Covid-19 telah mengubah kehidupan normal menjadi tidak normal dan mengubah kehidupan yang tidak normal menjadi kehidupan normal. Hal ini akan terus berlangsung selama pandemi Covid-19 belum berakhir.

Di kehidupan normal yang baru, mari kita budayakan memakai masker sebagai norma kehidupan yang harus kita lakukan saat ini.

Ketika menjalani aktivitas di luar rumah, jadikan masker sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat di masa pandemi virus corona. Entah saat bekerja, ke pasar, ataupun menuju tempat ibadah; masker wajib dikenakan untuk melindungi diri dari droplets atau percikan air liur yang merupakan penyebab utama penularan Covid-19.

Sahabat siswa, ketika kita mengenakan masker berarti kita berdamai dengan kehidupan. Karena hidup itu sebuah pilihan: mengalah atau mengalahkan! Sekian, Terima Kasih. (*)

Penulis: Iverdixon Tinungki

Jurnalis dan sastrawan. Pendiri dan Editor senior di Barta1.com

Rabu, 23 September 2020

MEMYAMPAIKAN IDE MELALUI ANEKDOT

Pengertian Teks Anekdot

Anekdot adalah suatu cerita singkat yang lucu serta juga menghibur yang mungkin merupakan salah saltu pengalaman dari seseorang.

Teks anekdot merupakan sebuah karangan cerita atau kisah yang bisa jadi berdasarkan  pengalaman hidup seseorang yang ditulis secara singkat, pendek dan lucu tentang berbagai topik seperti pendidkan, politik, hukum, sindiran, kritikan, dan sebagainya. 

Dalam teks anekdot itu sendiri, perlu diketahui bahwa teks anekdot tidak hanya berisikan kisah-kisah cerita lucu semata melainkan terdapat juga amanat, pesan moral, serta ungkapan tentang suatu kebenaran secara umum.

Teks anekdot adalah suatu cerita singkat yang memiliki unsur lucu, akan tetapi memiliki kandungan dengan maksud untuk melakukan kritikan. 

Biasanya kritikan dalam teks anekdot semisal pada layanan publik di bidang hukum, politik, lingkungan dan sosial.


Ciri-Ciri Teks Anekdot

Setelah kita mengetahui pengertian dari teks anekdot, teks anekdot juga memiliki ciri-ciri yang dapat berguna sebagai pembeda dari teks-teks lainya. 

Ciri-ciri tersebut dapat kalian lihat sebagai berikut:

A.  Teks anekdot bersifat humor atau lelucon, artinya teks anekdot berisikan kisah-kisah lucu atau bualan. 

B.  Bersifat menggelitik, artinya teks anekdot akan membuat pembacanya merasa terhibur dengan kelucuan yang ada dalam teks. 

C.  Bersifat menyindir. Bisa jadi mengenai orang penting. 

D.  Memiliki tujuan tertentu. 

E.  Kisah cerita yang disajikan hampir menyerupai dongeng.

F.  Menceritakan tentang karakter hewan dan manusia sering terhubung secara umum dan realistis. 

G.  Hampir menyerupai dengan dongeng. 

Contoh anekdot :

Hari ini bu guru tengah membagikan hasil UAS matematika, hasil UAS ini dibawa pulang untuk dimintakan tanda tangan orang tua. Setelah ditandatangai orang tua, barulah kertas UAS dikembalikan kepada bu guru. Gunanya agar orang tua mengetahui nilai UAS anaknya.

Keesokan harinya, bu guru menagih kertas hasil UAS yang harus dimintakan tanda tangan orang tua. Satu per satu murid menyerahkan kertas itu, bu guru mengecek satu persatu tanda tangan orang tua. Lalu bu guru memanggil Abdi kedepan dan menanyakan tanda tangan orang tua pada kertas hasil UAS nya.

Bu guru: "Abdi... apakah kamu sudah meminta tanda tangan orang tuamu?"

Abdi: "Sudah bu, saya minta tanda tangannya lebih dari satu bu."

Bu guru: "Tapi, kertas UAS mu tidak ada tanda tangan orangtua mu.."

Abdi: "Iya bu.. soalnya tanda tangan orang tua saya bukan ditaruh di kertas hasil UAS."

Bu guru: "Lalu, kamu tandatangani nya dimana?"

Sambil membuka lengan bajunya dan menunjukkan tanda biru bekas cubitan.

Abdi: "Ini bu, tanda tangan orang tua saya, pas ayah saya lihat hasil UAS saya, ayah saya langsung memberikan tandatangan nya disini, Bu." (menunjuk ke arah bekas cubitan dar ayahnya) 😄

Senin, 14 September 2020

POLA PENGEMBANGAN TEKS EKSPLANASI

CONTOH POLA PENGEMBANGAN DALAM MENULIS TEKS EKSPLANASI

A. Contoh Pola Pengembangan Proses dalam Teks Eksplanasi

judul : Terjadinya Hujan

Hujan merupakan salah satu fenomena alam yang cukup sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan bisa dibilang hujan merupakan salah satu fenomena alam yang cukup kita nantikan. Setidaknya ada dua alasan yang mendukung hal ini. Pertama, hujan membawa air ke permukaan bumi. Kedua, hujan mammpu menurunkan suhu di permukaan.

Pada dasarnya hujan terjadi karena awan di udara tidak mampu lagi menampung uap air yang berada di dalamnya. Adapun proses terjadinya hujan dimulai dengan penguapan yang terjadi di tempat-tempat berkumpulnya air. Air yang menguap menjadi uap air akan naik ke udara dan membentuk atau bergabung dengan awan lainnya. Ketika awan sudah tidak mampu menampung uap air di dalamnya, maka hujan akan turun.

Bacaan di atas menjelaskan tentang proses terjadinya hujan. 

B. Contoh Pola Pengembangan Sebab Akibat

Menanam banyak pepohonan, mengurangi penggunaan bahan bakar fosil, dan sebagainya adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan manusia untuk mengurangi pemanasan global. Jika upaya-upaya tersebut dilakukan, maka gas rumah kaca pun akan menipis dan bahkan tidak terbentuk. Jika gas rumah kaca menipis atau bahkan tidak terbentuk, maka pemanasan global pun bisa dikurangi.

Penjelasan: 

Paragraf di atas menggunakan pola sebab-akibat. 

Adapun sebab pada kalimat di atas terletak di kalimat awal paragraf tersebut. Sementara itu, akibat-akibat pada paragraf di atas terletak di kalimat berikutnya. 

MENGONSTRUKSI INFORMASI DALAM TEKS EKSPLANASI

Mengonstruksi Informasi dalam Teks Eksplanasi

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu: 
1. menyusun bagian-bagian pokok teks eksplanasi; 
2. menyajikan hasil teks eksplanasi. 

Pada pembahasan sebelumnya, kamu telah memahami bagaimana mengenali teks eksplanasi yang memuat pengetahuan dan urutan kejadiannya. 

Pada pembahasan ini, kamu harus mampu menyusun dan menyajikan teks eksplanasi. 

Kegiatan 1 Menyusun Bagian-Bagian Pokok Teks Eksplanasi.

Sebenarnya tidak ada perbedaan istilah antara struktur teks eksplanasi dengan bagian-bagian pokok teks eksplanasi. 

Kita ingat kembali ciri-ciri teks eksplanasi. 1. Strukturnya terdiri atas : 
a.  pernyataan umum, yaitu gambaran awal tentang apa yang disampaikan.

b.  Deretan penjelas inti penjelasan apa yang disampaikan, dan interpretasi pandangan atau simpulan. 

2. Memuat informasi berdasarkan fakta faktual. 

3. Faktualnya memuat informasi yang bersifat keilmuan, misalnya tentang sains. 

Jadi, bagian-bagian teks eksplanasi adalah pernyataan umum, deretan penjelas, dan interpretasi. 

Perhatikan contoh berikut :

Banjir merupakan fenomena alam yang biasa terjadi di suatu kawasan yang banyak dialiri oleh aliran sungai. Secara sederhana, banjir dapat didefenisikan sebagai hadirnya air di suatu kawasan luas sehingga menutupi permukaan bumi kawasan tersebut. Dalam pengertian yang luas, banjir dapat diartikan sebagai suatu bagian dari siklus hidrologi, yaitu pada bagian air di permukaan bumi yang bergerak ke laut. Dalam siklus hidrologi kita dapat melihat bahwa volume air yang mengalir di permukaan bumi dominan ditentukan oleh tingkat curah hujan, dan tingkat peresapan air ke dalam tanah. Air hujan sampai di permukaan bumi dan mengalir di permukaan bumi, bergerak menuju ke laut dengan membentuk alur-alur sungai. 

Alur-alur sungai ini dimulai di daerah yang tertinggi di suatu kawasan, bisa daerah pegunungan, gunung atau perbukitan, dan berakhir di tepi pantai ketika aliran air masuk ke laut. Secara sederhana, segmen aliran sungai itu dapat kita bedakan menjadi daerah hulu, tengah, dan hilir. Di daerah hulu yang biasanya terdapat di daerah pegunungan, gunung, atau perbukitan. 

Lembah sungai sempit dan potongan melintangnya berbentuk huruf “V”. Di dalam alur sungai banyak batu yang berukuran besar bongkah dari runtuhan tebing, dan aliran air sungai mengalir di sela-sela batu-batu tersebut. Air sungai relatif sedikit. Tebing sungai sangat tinggi. Terjadi erosi pada arah vertikal yang dominan oleh aliran air sungai. 

Di unduh dari : Bukupaket.com Kelas XI SMAMASMKMAK 58 

Dikutip dari : 

https://text-id.123dok.com/document/eqo16mwkz-mengonstruksi-informasi-dalam-teks-eksplanasi.html

Kamis, 27 Agustus 2020

FAKTA ATAU OPINI?

Contoh kalimat fakta dan opini dalam satu paragraf


Madu adalah hasil produksi lebah yang berasal dari nektar bunga dan berperan sebagai pemanis alami. Selain itu madu juga dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan jerawat dan mungkin bisa digunakan untuk minuman yang segar dan manis rasanya.

Perhatikan kedua jenis pernyataaan yang dicetak tebal dan yang ditulis dengan huruf miring pada paragraf di atas. Manakah penyataan yang fakta dan yang opini? Jelaskan! 

(Dikutip dari kosngosan.com)

Senin, 24 Agustus 2020

A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas sekarang.

Materi teks eksplanasi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga ciri-ciri teks eksplanasi.

A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Eksplanasi

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. memahami informasi berupa pengetahuan dan urutan kejadian dari yang didengar atau dibaca;

2. menemukan gagasan umum dan fakta penting dalam teks eksplanasi. (materi bersumber dari Brainly thomasjr812)

Pernahkah kamu mendengar atau membaca informasi mengenai fenomena atau peristiwa yang terjadi di lingkunganmu?

Fenomena atau peristiwa tersebut, seperti hujan deras, gempa bumi, angin puting beliung, dan yang lainnya. Selain itu, kita sering pula mendengar peristiwa-peristiwa yang terkait dengan masalah sosial dan budaya, seperti pengangguran, demonstrasi warga, Tanpa panjang lebar mari kita simak materi teks eksplanasi yang telah saya rangkum dibawah ini!

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang sebuah fenomena atau tentang bagaimana sesuatu itu terjadi berdasarkan sebab dan akibat.  ‘Mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadia alam, peristiwa sosial masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi.

Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses terjadinya
.
Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tanpa ada campur tangan oleh manusia sebagai partisipan (pelaku). Semua itu adalah sebuah proses (alami).dan terjadi berdasarkan akibat-akibat.

Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi. 

Materi bersumber dari :(https://id.123dok.com/document/yrkrwopz-mengidentifikasi-informasi-pengetahuan-urutan-kejadian-eksplanasi-ukbm-eksplanasi.html)

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari:
- pernyataan umum,
- dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan ;
- diakhiri dengan interpretasi.

Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak dibawah ini!

A. Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan yang bersifat umum (luas) tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, atau proses terjadinya, atau juga proses terbentuknya.

Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang penjelasan terperinci mengenai proses keberadaan atau proses terjadinya sesuatu yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.

Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki 3 ciri-ciri  yaitu :

Berikut akan saya jelaskan 3 ciri-ciri teks eksplanasi.

1. Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.

2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).

Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.

3. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut : a.  Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan (manusia) sebagai penyebab terjadinya, misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.

b.  Menggunakan istilah ilmiah. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).

c.  Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.

d. Menggunakan kalimat pasif.

Eksplanasi ditulis untuk menyatakan sebuah pembenaran bahwa sesuatu yang terjadi adalah fakta. (nyata). (materi bersumber: thomasjr812)

Kamis, 20 Agustus 2020

MATERI BAHASA INDONESIA : TEKS EKSPOSISI

TEKS EKSPOSISI


Kompetensi Dasar :
3.3 Mengidentifikasi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca.

MATERI:
Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalam Teks Eksposisi 

Teks Eksposisi merupakan teks yang berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain memahami pendapat yang disampaikan. 

Gagasan tersebut disampaikan oleh penulis atau pembicara menurut sudut pandang tertentu. 

Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. 

Dengan kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. 

Bentuk teks ini biasa digunakan dalam acara ceramah, perkuliahan, pidato, editorial, opini, dan sejenisnya.

Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara menyertakan alasan-alasan logis.

b. Tesis/ Pendapat

Tesis adalah pernyataan / pendapat atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karangan.

c. Argumen

Argumen adalah alasan yang digunakan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.


d. Rekomendasi/penegasan ulang
Rekomendasi adalah saran bertujuan untuk menganjurkan sesuatu (membenarkan sebuah pernyataan atau menguatkan pendapat).

Oleh karena itu, tiga unsur yang teks eksposisi yang sangat penting di atas dapat juga disebut juga sebagai struktur teks eksposisi. 

Struktur teks eksposisi ini, merupakan vagian yang tidak boleh ditinggalkan dalam sebuah teks eksposisi.

Sekarang coba Anda perhatikan contoh dari masing_masing unsur atau srruktur teks eksposisi itu(tesis, argumen, rekomendasi).

Berikut ini tiga contoh Struktur Teks Eksposisi, yaitu:

A. Yang pertama adalah tesis. 

Tesis merupakan bagian dalam teks eksposisi yang berisi pengenalan masalah, isyu, serta sebuah pandangan penulis secara umum terkait tema atau topik yang sedang dibahas.  

Untuk lebih jelasnya terkait tesis perhatikan contoh teks ekposisi berupa tesis :

Jika Pemerintah tidak segera dengan cepat bertindak dalam sepuluh tahun yang akan datang, hutan Sumatra akan menjadi musnah. Hilangnya hutan di Sumatra akan diikuti pula oleh musnahnya hutan di Kalimantan

2. Yang kedua Rangkaian Argumen

Dalam sebuah teks eksposisi terdapat pendapat ataupun argumen penulis yang berguna sebagai penjelasan dari tesis sebelumnya. Hal inilah yang disebut sebagai rangkaian argumen. 

Biasanya rangkaian argumen berisi fakta-fakta yang digunakan untuk memperkuat argumen-argumen penulis.


Terletak pada paragraf kedua dan juga pada paragraf ketiga. 

Pada paragraf ketiga disertai pula dengan adanya fakta-fakta yang mendukung tesis atau pendapat. 

Pada paragraf kedua adalah murni berisi pendapat dari penulis mengenai tesis. Contoh dibawah ini :

Tidak hanya itu, jadi petani mungkin juga adalah alternatif kerja yang mulai di lirik karena menjadi petani dapat hidup makmur. Sayangnya hal itu belum juga terwujud serta oleh karena hidup petani masih tetap jauh dari makmur, jadi banyak generasi muda yang tidak menginginkan mempunyai harapan jadi petani ; jadi petani dipandang jadi kerja yang tidak bergengsi.

3. Yang ketiga Rekomendasi atau Penegasan Ulang

Struktur teks eksposisi yang terakhir adalah rekomendasi atau penegasan ulang. Struktur penegasan ulang yaitu berisi tentang perumusan kembali secara ringkas. Biasanya penegasan ulang ini terletak di bagian akhir yang disebut dengan penutup ataupun simpulan.

Letaknya pada paragraf terakhir, yang berfungsi untuk mengulang tesis namun tidak secara langsung. 

Sebagai contoh teks ekposisi dalam bagian penegasan ulang yaitu pada kalimat: 

Rupanya kedua masalah itu belum cukup.  Kata “itu” menunjukkan masalah yang dibahas pada tesis.

Sekian!

Rabu, 12 Agustus 2020

Mengonstruksikan dan Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Mengonstruksikan  dan Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi


Cara mengonstruksi teks Laporan hasil observasi adalah dengan melengkapi gagasan pokok dengan gagasan-gagasan Penjelas.

Setiap paragraf terdapat gagasan pokok. Jadi, mengembangkan teks dimulai dengan menuliskan gagasan-gagasan pokok terlebih dahulu. Setiap gagasan pokok dikembangkan menjadi satu paragraf.

Perhatikanlah contoh rangkaian gagasan pokok berikut.
(1) Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam.
(2) Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias.

Gagasan pokok Pertama

Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam.

Kalimat yang dapat menjelaskan lebih rinci berkaitan dengan gagasan pokok di atas adalah:

Dara tergolong ke dalam spesies yang lebih kecil dan “merpati” untuk yang lebih besar.

Burung merpati digolongkan menjadi dua jenis yakni merpati lokal dan merpati impor.

Merpati lokal adalah merpati yang sering disebut dengan “merpati balap”, sedangkan merpati import sering disebut dengan “merpati hias.

Merpati balap hanya akan kita temukan di Indonesia saja.

Jika digabung akan menjadi :

Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam. Dara tergolong ke dalam spesies yang lebih kecil dan “merpati” untuk yang lebih besar. Burung merpati digolongkan menjadi dua jenis yakni merpati lokal dan merpati impor. Merpati lokal adalah merpati yang sering disebut dengan “merpati balap”, sedangkan merpati import sering disebut dengan “merpati hias".

Gagasan Pokok Kedua :

Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias.

Kalimat yang dapat menjelaskan lebih rinci berkaitan dengan gagasan pokok di atas adalah:

Beberapa jenis burung merpati memiliki bentuk tubuh yang unik serta warna tubuh yang indah sehingga seringkali digunakan sebagai burung hias.

Warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi burung merpati dan dara ini.

Jenis dari burung merpati hias ini meliputi homer, tumbler, cumulet dan flight.

Merpati hias ini memiliki banyak sekali peminat dan memiliki harga yang lumayan mahal.

Jika digabung akan menjadi:

Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias. Beberapa jenis burung merpati memiliki bentuk tubuh yang unik serta warna tubuh yang indah sehingga seringkali digunakan sebagai burung hias. Warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi burung merpati dan dara ini. Jenis dari burung merpati hias ini meliputi homer, tumbler, cumulet dan flight. Merpati hias ini memiliki banyak sekali peminat dan memiliki harga yang lumayan mahal.

----

Coba kamu baca gagasan pokok dan rangkaian kalimat penjelasan itu. Kamu akan merasakan keutuhan dari sebuah paragraf. Hal itulah yang dinamakan MENGONSTRUKSI TEKS. 
----

Sebelum kamu merekonstruksi teks laporan hasil observasi, kamu harus mengetahui cara menyusun teks laporan hasil observasi.

Menyusun teks laporan hasil observasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1. Menentukan objek yang akan diamati!

2. Menyusun jadwal observasi yang akan dilakukan.

3. Melakukan observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu.

4. Mencatat hasil observasi kamu. Bila memungkinkan siswa diminta mengambil foto dan memvideokan observasi.

5. Menyusun teks laporan hasil observasimu dengan meperhatikan ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.