Kamis, 27 Agustus 2020

FAKTA ATAU OPINI?

Contoh kalimat fakta dan opini dalam satu paragraf


Madu adalah hasil produksi lebah yang berasal dari nektar bunga dan berperan sebagai pemanis alami. Selain itu madu juga dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan jerawat dan mungkin bisa digunakan untuk minuman yang segar dan manis rasanya.

Perhatikan kedua jenis pernyataaan yang dicetak tebal dan yang ditulis dengan huruf miring pada paragraf di atas. Manakah penyataan yang fakta dan yang opini? Jelaskan! 

(Dikutip dari kosngosan.com)

Senin, 24 Agustus 2020

A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah materi pembelajaran bahasa indonesia yang akan kita bahas sekarang.

Materi teks eksplanasi yang akan kita bahas kali ini yaitu mengenai pengertian, struktur teks, kaidah kebahasaan, dan juga ciri-ciri teks eksplanasi.

A. Mengidentifikasi Informasi dalam Teks Eksplanasi

Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu:
1. memahami informasi berupa pengetahuan dan urutan kejadian dari yang didengar atau dibaca;

2. menemukan gagasan umum dan fakta penting dalam teks eksplanasi. (materi bersumber dari Brainly thomasjr812)

Pernahkah kamu mendengar atau membaca informasi mengenai fenomena atau peristiwa yang terjadi di lingkunganmu?

Fenomena atau peristiwa tersebut, seperti hujan deras, gempa bumi, angin puting beliung, dan yang lainnya. Selain itu, kita sering pula mendengar peristiwa-peristiwa yang terkait dengan masalah sosial dan budaya, seperti pengangguran, demonstrasi warga, Tanpa panjang lebar mari kita simak materi teks eksplanasi yang telah saya rangkum dibawah ini!

Pengertian Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi adalah teks yang berisi tentang sebuah fenomena atau tentang bagaimana sesuatu itu terjadi berdasarkan sebab dan akibat.  ‘Mengapa’ dan ‘bagaimana’ kejadian-kejadia alam, peristiwa sosial masyarakat, perkembangan ilmu pengetahuan, budaya, dan lainnya dapat terjadi.

Suatu kejadian baik kejadian alam maupun kejadian sosial yang terjadi di sekitar kita, selalu memiliki hubungan sebab akibat dan memiliki proses terjadinya
.
Suatu kejadian yang terjadi di sekitar kita, tanpa ada campur tangan oleh manusia sebagai partisipan (pelaku). Semua itu adalah sebuah proses (alami).dan terjadi berdasarkan akibat-akibat.

Kita dapat mempelajari kejadian tersebut, misalnya dari segi mengapa dan bagaimana bisa terjadi. 

Materi bersumber dari :(https://id.123dok.com/document/yrkrwopz-mengidentifikasi-informasi-pengetahuan-urutan-kejadian-eksplanasi-ukbm-eksplanasi.html)

Struktur Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki memiliki struktur yang terdiri dari:
- pernyataan umum,
- dilanjutkan dengan urutan sebab akibat, dan ;
- diakhiri dengan interpretasi.

Untuk lebih memahami lagi mengenai struktur tersebut silahkan disimak dibawah ini!

A. Pernyataan umum, berisi statemen atau penyataan yang bersifat umum (luas) tentang suatu topik yang akan dijelaskan proses keberadaanya, atau proses terjadinya, atau juga proses terbentuknya.

Urutan Sebab Akibat, berisikan tentang penjelasan terperinci mengenai proses keberadaan atau proses terjadinya sesuatu yang disajikan secara urut atau bertahap dari yang paling awal hingga yang paling akhir.

Interpretasi, berisi tentang kesimpulan atau pernyataan tentang topik atau proses yang dijelaskan.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi memiliki 3 ciri-ciri  yaitu :

Berikut akan saya jelaskan 3 ciri-ciri teks eksplanasi.

1. Strukturnya terdiri dari penyataan umum, urutan sebab akibat, dan interpretasi seperti yang telah saya jelaskan diatas tadi.

2. Memuat informasi berdasarkan fakta (faktual).

Faktualnya itu memuat informasi yang bersifat ilmiah atau keilmuan seperti sains dan yang lainnya.

3. Kaidah Kebahasaan Teks Eksplanasi

Teks eksplanasi pada umumnya memiliki ciri bahasa sebagai berikut : a.  Fokus pada hal umum (generic), bukan partisipan (manusia) sebagai penyebab terjadinya, misalnya gempa bumi, banjir, hujan, dan udara.

b.  Menggunakan istilah ilmiah. Lebih banyak menggunakan kata kerja material dan relasional (kata kerja aktif).

c.  Menggunakan konjungsi waktu dan kausal, misalnya jika, bila, sehingga, sebelum, pertama, dan kemudian.

d. Menggunakan kalimat pasif.

Eksplanasi ditulis untuk menyatakan sebuah pembenaran bahwa sesuatu yang terjadi adalah fakta. (nyata). (materi bersumber: thomasjr812)

Kamis, 20 Agustus 2020

MATERI BAHASA INDONESIA : TEKS EKSPOSISI

TEKS EKSPOSISI


Kompetensi Dasar :
3.3 Mengidentifikasi (permasalahan, argumentasi, pengetahuan, dan rekomendasi) teks eksposisi yang didengar dan atau dibaca.

MATERI:
Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalam Teks Eksposisi 

Teks Eksposisi merupakan teks yang berisi gagasan yang bertujuan agar orang lain memahami pendapat yang disampaikan. 

Gagasan tersebut disampaikan oleh penulis atau pembicara menurut sudut pandang tertentu. 

Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. 

Dengan kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. 

Bentuk teks ini biasa digunakan dalam acara ceramah, perkuliahan, pidato, editorial, opini, dan sejenisnya.

Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara menyertakan alasan-alasan logis.

b. Tesis/ Pendapat

Tesis adalah pernyataan / pendapat atau teori yang didukung oleh argumen yang dikemukakan dalam karangan.

c. Argumen

Argumen adalah alasan yang digunakan untuk memperkuat atau menolak suatu pendapat, pendirian, atau gagasan.


d. Rekomendasi/penegasan ulang
Rekomendasi adalah saran bertujuan untuk menganjurkan sesuatu (membenarkan sebuah pernyataan atau menguatkan pendapat).

Oleh karena itu, tiga unsur yang teks eksposisi yang sangat penting di atas dapat juga disebut juga sebagai struktur teks eksposisi. 

Struktur teks eksposisi ini, merupakan vagian yang tidak boleh ditinggalkan dalam sebuah teks eksposisi.

Sekarang coba Anda perhatikan contoh dari masing_masing unsur atau srruktur teks eksposisi itu(tesis, argumen, rekomendasi).

Berikut ini tiga contoh Struktur Teks Eksposisi, yaitu:

A. Yang pertama adalah tesis. 

Tesis merupakan bagian dalam teks eksposisi yang berisi pengenalan masalah, isyu, serta sebuah pandangan penulis secara umum terkait tema atau topik yang sedang dibahas.  

Untuk lebih jelasnya terkait tesis perhatikan contoh teks ekposisi berupa tesis :

Jika Pemerintah tidak segera dengan cepat bertindak dalam sepuluh tahun yang akan datang, hutan Sumatra akan menjadi musnah. Hilangnya hutan di Sumatra akan diikuti pula oleh musnahnya hutan di Kalimantan

2. Yang kedua Rangkaian Argumen

Dalam sebuah teks eksposisi terdapat pendapat ataupun argumen penulis yang berguna sebagai penjelasan dari tesis sebelumnya. Hal inilah yang disebut sebagai rangkaian argumen. 

Biasanya rangkaian argumen berisi fakta-fakta yang digunakan untuk memperkuat argumen-argumen penulis.


Terletak pada paragraf kedua dan juga pada paragraf ketiga. 

Pada paragraf ketiga disertai pula dengan adanya fakta-fakta yang mendukung tesis atau pendapat. 

Pada paragraf kedua adalah murni berisi pendapat dari penulis mengenai tesis. Contoh dibawah ini :

Tidak hanya itu, jadi petani mungkin juga adalah alternatif kerja yang mulai di lirik karena menjadi petani dapat hidup makmur. Sayangnya hal itu belum juga terwujud serta oleh karena hidup petani masih tetap jauh dari makmur, jadi banyak generasi muda yang tidak menginginkan mempunyai harapan jadi petani ; jadi petani dipandang jadi kerja yang tidak bergengsi.

3. Yang ketiga Rekomendasi atau Penegasan Ulang

Struktur teks eksposisi yang terakhir adalah rekomendasi atau penegasan ulang. Struktur penegasan ulang yaitu berisi tentang perumusan kembali secara ringkas. Biasanya penegasan ulang ini terletak di bagian akhir yang disebut dengan penutup ataupun simpulan.

Letaknya pada paragraf terakhir, yang berfungsi untuk mengulang tesis namun tidak secara langsung. 

Sebagai contoh teks ekposisi dalam bagian penegasan ulang yaitu pada kalimat: 

Rupanya kedua masalah itu belum cukup.  Kata “itu” menunjukkan masalah yang dibahas pada tesis.

Sekian!

Rabu, 12 Agustus 2020

Mengonstruksikan dan Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi

Mengonstruksikan  dan Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi


Cara mengonstruksi teks Laporan hasil observasi adalah dengan melengkapi gagasan pokok dengan gagasan-gagasan Penjelas.

Setiap paragraf terdapat gagasan pokok. Jadi, mengembangkan teks dimulai dengan menuliskan gagasan-gagasan pokok terlebih dahulu. Setiap gagasan pokok dikembangkan menjadi satu paragraf.

Perhatikanlah contoh rangkaian gagasan pokok berikut.
(1) Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam.
(2) Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias.

Gagasan pokok Pertama

Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam.

Kalimat yang dapat menjelaskan lebih rinci berkaitan dengan gagasan pokok di atas adalah:

Dara tergolong ke dalam spesies yang lebih kecil dan “merpati” untuk yang lebih besar.

Burung merpati digolongkan menjadi dua jenis yakni merpati lokal dan merpati impor.

Merpati lokal adalah merpati yang sering disebut dengan “merpati balap”, sedangkan merpati import sering disebut dengan “merpati hias.

Merpati balap hanya akan kita temukan di Indonesia saja.

Jika digabung akan menjadi :

Merpati dan dara memiliki spesies yang bermacam. Dara tergolong ke dalam spesies yang lebih kecil dan “merpati” untuk yang lebih besar. Burung merpati digolongkan menjadi dua jenis yakni merpati lokal dan merpati impor. Merpati lokal adalah merpati yang sering disebut dengan “merpati balap”, sedangkan merpati import sering disebut dengan “merpati hias".

Gagasan Pokok Kedua :

Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias.

Kalimat yang dapat menjelaskan lebih rinci berkaitan dengan gagasan pokok di atas adalah:

Beberapa jenis burung merpati memiliki bentuk tubuh yang unik serta warna tubuh yang indah sehingga seringkali digunakan sebagai burung hias.

Warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi burung merpati dan dara ini.

Jenis dari burung merpati hias ini meliputi homer, tumbler, cumulet dan flight.

Merpati hias ini memiliki banyak sekali peminat dan memiliki harga yang lumayan mahal.

Jika digabung akan menjadi:

Berbagai spesies merpati dan dara dimanfaatkan sebagai burung hias. Beberapa jenis burung merpati memiliki bentuk tubuh yang unik serta warna tubuh yang indah sehingga seringkali digunakan sebagai burung hias. Warna yang cantik dan bentuk tubuh yang unik menjadi sebuah daya tarik tersendiri bagi burung merpati dan dara ini. Jenis dari burung merpati hias ini meliputi homer, tumbler, cumulet dan flight. Merpati hias ini memiliki banyak sekali peminat dan memiliki harga yang lumayan mahal.

----

Coba kamu baca gagasan pokok dan rangkaian kalimat penjelasan itu. Kamu akan merasakan keutuhan dari sebuah paragraf. Hal itulah yang dinamakan MENGONSTRUKSI TEKS. 
----

Sebelum kamu merekonstruksi teks laporan hasil observasi, kamu harus mengetahui cara menyusun teks laporan hasil observasi.

Menyusun teks laporan hasil observasi dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.

1. Menentukan objek yang akan diamati!

2. Menyusun jadwal observasi yang akan dilakukan.

3. Melakukan observasi terhadap objek tersebut dengan menyiapkan pertanyaan atau poin-poin pengamatan terlebih dahulu.

4. Mencatat hasil observasi kamu. Bila memungkinkan siswa diminta mengambil foto dan memvideokan observasi.

5. Menyusun teks laporan hasil observasimu dengan meperhatikan ketepatan isi, struktur, dan kaidah kebahasaannya.

Selasa, 11 Agustus 2020

CONTOH TEKS PROSEDUR

Dalam mengembangkan teks prosedur, kita terlebih dahulu perlu mengetahui perbedaan atau persamaan  yang ada di dalam teks yang berbeda. Hal tersebut merupakan tahapan membandingkan satu teks dengan teks lainnya. Apakah terdapat persamaan atau perbedaan baik dari struktur maupun kaidah kebahasaannya. 

Jika kita cermati,  teks prosedur sekurang-kurangnya  memiliki tiga macam. 

1. Teks bertema kebiasaan hidup,  misalnya kiat hidup sehat,  kiat belajar menyenangkan,  dan kuat sukses bertetangga. 

2. Teks bertema aktivitas tertentu,  misalnya cara membuat makanan dan minuman,  cara menanam jagung,  cara memelihara kucing. 

3. Teks bertema penggunaan alat, misalnya cara menggunakan laptop,  cara menggunakan pisau cukur,  cara menghidupkan sepeda motor bekas. 

PERHATIKAN 2 TEKS PROSEDUR BERIKUT! 

Berikut Liputan6.com mengulas cara membuat pot bujga lucu dari botol bekas dari berbagai sumber, Kamis (9/7/2020).

Pertama
Pot Bunga Wajah

Ilustrasi pot bunga botol bekas | not-there.org

Alat dan Bahan:

- Botol bekas ukuran 2 liter

- Spidol biasa

- Spidol permanen

- Paint pen

- Pisau cutter

- Gunting

- Cat akrilik

- Kuas

- Tanah untuk di dalam pot

- Tanaman kecil untuk di dalam pot

Cara Membuat Pot Bunga Lucu dari Botol Bekas:

1. Lepaskan plastik label pada botol. Lalu bersihkan terlebih dahulu bagian lengketnya.

2. Gambar pola bentuk hewan atau bunga sesuai keinginan menggunakan spidol biasa.

3. Potong dan bentuk botol sesuai pola menggunakan gunting. Pada bagian yang sulit dipotong dan dibentuk gunakan pisau cutter agar lebih rapi.

4. Buat lubang kecil tempat resapan air dengan cutter pada bagian bawah botol plastik.

5. Setelah bentuknya dibuat dan sudah rapi, maka hapus tanda pola yang sudah dibuat menggunakan spidol biasa tadi.

6. Warnai botol yang sudah dibentuk itu menggunakan cat akrilik. Disarankan mewarnai dengan warna dasar dulu. Misalnya putih, kuning, dan pink polos.

7. Biarkan hingga kering terlebih dahulu.

8. Jika kamu sudah memastikan warna dasarnya telah kering, gambar wajah dengan paint pen dan spidol permanen.

9. Setelah selesai digambar, diamkan lagi dan tunggu sampai kering.

10. Ketika sudah kering, masukkan tanah dan tanaman ke dalam pot.


Kedua

Cara Mencegah Penyebaran COVID-19:

Health authority logo
Google


Lindungi diri Anda dan orang lain di sekitar Anda dengan mengetahui fakta-fakta terkait virus ini dan mengambil langkah pencegahan yang sesuai. Ikuti saran yang diberikan oleh otoritas kesehatan setempat.

Untuk mencegah penyebaran COVID-19:

1. Cuci tangan Anda secara rutin. 

2. Gunakan sabun dan air, atau cairan pembersih tangan berbahan alkohol.

3. Selalu jaga jarak aman dengan orang yang batuk atau bersin.

4. Kenakan masker jika pembatasan fisik tidak dimungkinkan.

5. Jangan sentuh mata, hidung, atau mulut Anda.

6. Saat batuk atau bersin, tutup mulut dan hidung Anda dengan lengan atau tisu.

7. Jangan keluar rumah jika merasa tidak enak badan.

8. Jika demam, batuk, atau kesulitan bernapas, segera cari bantuan medis.

Senin, 10 Agustus 2020

UNSUR KEBAHASAAN TEKS PROSEDUR

Pemakaian bahasa Indonesia yang baik dan benar menjadi hal penting yang harus diperhatikan.

Saat Anda berkomunikasi, baik itu komunikasi secara lisan maupun tulis. Begitu pula dalam penyusunan teks prosedur kompleks. Seperti yang kita ketahui, salah satu fungsi bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa komunikasi. 

Bahasa Indonesia mampu menyatukan beragam suku yang ada di Indonesia dalam satu naungan bahasa sehingga mereka dapat berkomunikasi secara lancar, tanpa terkendala.

Penggunaan bahasa yang tepat dalam berkomunikasi akan menjadikan informasi yang disampaikan mudah diterima oleh lawan bicara kita. 

Agar dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, Anda harus memiliki pengetahuan yang memadai tentang unsur-unsur kebahasaan pada jenis-jenis teks. 

Setiap teks umumnya memiliki unsur kebahasaan yang berbeda. Hal itu dapat menjadi ciri khusus suatu teks. 

Adapun unsur kebahasaan yang perlu dipahami saat menyusun teks prosedur kompleks, sebagai berikut.

1. Penggunaan Kalimat Perintah

Kalimat adalah satuan bahasa terkecil yang mengungkapkan pikiran yang utuh, baik dengan cara lisan maupun tulisan. 

Dalam wujud lisan, kalimat diucapkan dengan intonasi suara naik turun dan keras lembut, disela jeda, serta diakhiri dengan intonasi akhir. 

Sementara dalam wujud tulisan berhuruf Latin, kalimat dimulai dengan huruf kapital dan diakhiri dengan tanda titik (.), tanda tanya (?), atau tanda seru (!). 

Sekurang-kurangnya kalimat dalam ragam resmi, baik lisan maupun tertulis, harus memiliki sebuah subjek (S) dan sebuah predikat (P).

Berdasarkan fungsinya, kalimat dibedakan menjadi tiga, sebagai berikut:
a. Kalimat perintah atau kalimat imperatif, yaitu kalimat yang berisi permintaan/menyuruh orang lain untuk melakukan sesuatu yang kita kehendaki. 

Kalimat perintah berfungsi untuk meminta atau melarang seseorang melakukan sesuatu.
Contoh:
1. Tolong matikan keran yang sudah penuh itu!
2. Jangan merokok di ruangan ini!
3. Jangan menginjak lantai yang baru saja dipel!

b. Kalimat pernyataan atau kalimat deklaratif, yaitu kalimat yang sudah dapat ditentukan nilai kebenarannya. 

Kalimat deklaratif berfungsi untuk menginformasikan atau memberitahukan mengenai suatu hal.
Contoh:
1. Matahari terbit dari sebelah timur.
2. Dua termasuk bilangan genap.
3. Tokyo merupakan ibu kota negara Jepang.

c. Kalimat pertanyaan atau kalimat interogatif, yaitu kalimat yang isinya menanyakan sesuatu kepada seseorang. 

Kalimat tanya berfungsi untuk meminta informasi mengenai suatu hal.
Contoh:
Kapankah nelayan pergi melaut?
Apa yang dimaksud adaptasi?
Mengapa air laut berwana biru?

2. Penggunaan Konjungsi

Salah satu ciri khas prosedur kompleks adalah jumlah langkah dalam melakukan suatu kegiatan. 

Umumnya, langkah-langkah yang terdapat dalam teks prosedur kompleks terkesan rumit. 

Antara langkah yang satu dan langkah yang lain harus dilakukan secara urut. 

Ada dua hal yang menyebabkan teks prosedur kompleks terkesan rumit. 

Berikut di antaranya:
a.    langkah-langkah dalam prosedur kompleks berjenjang dengan setiap langkahnya;
b.    adanya syarat-syarat atau pilihan-pilihan pada sublangkah dalam prosedur kompleks.

Dalam prosedur kompleks, syarat-syarat dan pilihan-pilihan yang terdapat dalam setiap sublangkah biasanya diungkapkan dengan menggunakan konjungsi. 

Konjungsi adalah kata atau ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat. 

Konjungsi berfungsi untuk menghubungkan kata dengan kata, frasa dengan frasa, klausa dengan klausa, atau kalimat dengan kalimat. 

Konjungsi ada beberapa macam. Berikut macam-macam konjungsi.

a.    Konjungsi penjumlahan: dan, serta, dan dengan.
b.    Konjungsi pemilihan: atau.
c.    Konjungsi pertentangan: tetapi, namun, sedangkan, dan sebaliknya.
d.    Konjungsi pembetulan: melainkan, hanya.
e.    Konjungsi penegasan: bahkan, apalagi, lagipula, hanya, itupun, begitu juga, dan demikian pula.
f.    Konjungsi pembatasan: kecuali.
g.    Konjungsi pengurutan: sesudah, sebelum, lalu, mula-mula, kemudian, selanjutnya, dan setelah itu.
h.    Konjungsi penyamaan: adalah, ialah, yaitu, yakni.
i.    Konjungsi penjelasan: bahwa.
j.    Konjungsi penyimpulan: maka, maka itu, jadi, karena itu, oleh karena itu, sebab itu, oleh sebab itu, dengan demikian, dan dengan begitu.
k.    Konjungsi penyebaban: sebab, karena, disebabkan oleh, dan dikarenakan oleh.
l.    Konjungsi persyaratan: jika, kalau, bila, apabila, asalkan.
m.    Konjungsi tujuan: agar, supaya, guna, dan untuk.
n.    Konjungsi penyungguhan: meskipun (meski), biarpun (biar), walaupun (walau), sekalipun, sungguhpun, kendatipun, dan kalaupun.
o.    Konjungsi kesewaktuan: ketika, waktu, sewaktu, saat, tatkala, selagi, sebelum, sesudah, setelah, sejak, semenjak, dan sementara.
p.    Konjungsi perbandingan: seperti, sebagai, laksana, dan seumpama.

Konjungsi yang digunakan pada teks prosedur kompleks adalah konjungsi persyaratan. 

Adapun konjungsi yang sering digunakan, yaitu jika, apabila, dan seandainya. Penggunaan konjungsi syarat menyebabkan kekompleksitasan pada suatu prosedur. 

Hal ini menjadikan suatu prosedur harus dipahami dengan saksama karena ada beberapa persyaratan yang melekat dalam langkah-langkah kerjanya. 

Apabila sebuah syarat tidak terpenuhi, maka langkah-langkah berikutnya tidak bisa dilaksanakan. Itu artinya, tujuan yang hendak dicapai gagal.

3. Penggunaan Partisipan Manusla secara Umum

Partisipan manusia digunakan dalam teks prosedur kompleks meliputi pronomina atau kata ganti yang digunakan untuk penyebutan berikutnya, seperti (kata ganti orang ketiga tunggal) yang mengacu pada subjek (orang).
Contoh:
Jika pengendara melakukan pelanggaran, tentu pihak yang berwajib menilangnya.

4.    Penggunaan Verba Material dan Verba Tingkah Laku

Verba material dan verba tingkah laku termasuk dalam golongan verba. Verba adalah kelas kata yang menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya. 

Verba disebut juga dengan kata kerja. Jenis kata ini biasanya menjadi predikat dalam suatu frasa atau kalimat.

Verba dibedakan menjadi beberapa macam, dua di antaranya verba material dan verba tingkah laku.

1) Verba material adalah verba yang mengacu pada tindakan fisik, misalnya memukul, menendang, dan menampar.

Contoh:
1. Pemain bola itu menendang bola dengan sangat keras hingga masuk ke gawang lawan.

2. Petani memupuk tanamannya agar menghasilkan panen berlimpah. 

3. Pak Rahman memukul meja dengan sangat keras untuk menenangkan kegaduhan di kelas.

2) Verba tingkah laku adalah verba yang mengacu pada sikap yang dinyatakan dengan ungkapan verbal (bukan sikap mental yang tampak), seperti melihat, menyaksikan, memandangi, dan menatap.

Contoh:
1. Rian memandangi punggung ayahnya yang sedang mengangkut pasir.
2. Anton menyaksikan pertunjukan sepak bola di Gelora Bung Karno

Minggu, 09 Agustus 2020

MEREKONSTRUKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

MEREKONSTRUKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI


Merekonstruksi teks laporan adalah menyusun kembali teks tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, tetapi dengan tetap memperhatikan struktur teks dan isinya.

Berikut cara merekonstruksi teks laporan :
11.   Tahap awal menulis laporan hasil observasi adalah menentukan obyek yang ingin diamati dan ditulis laporannya. Misalnya, ambil topik soal kucing.

22.  Kedua, buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi. Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari definisi umum, deksripsi bagian, dan simpulan. Definisi umum bisa berupa keterangan umum tentang kucing. Kemudian deskripsi bagian, berisi hasil pengamatanmu tentang kucing secara terperinci. Setelah itu, simpulan. Simpulan merupakan akhir dari uraian panjang suatu teks laporan hasil observasi. Simpulanmu bisa berisi saran atau manfaat kucing bagi manusia.

33.   Kembangkan kerangka tulisan. Laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta. Fakta bisa kamu dapatkan dari pengamatan langsung, maupun mengutip dari sumber-sumber yang terpercaya. Rangkai gagasan-gagasan pokok ke dalam kalimat utama. Tambahkan kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

44.  Periksa kembali teks laporan hasil observasi yang sudah kamu buat. Revisi jika terdapat kekeliruan.

Contohnya:

Kucing adalah salah satu hewan yang paling populer. Di Indonesia, kucing dipelihara di rumah. Ada juga kucing liar yang hidup bebas dan mencari makan sendiri. Kucing adalah hewan mamalia. Kucing beranak dan menyusui. Kucing juga termasuk hewan karnivora yang artinya pemakan daging. Kucing biasa memakan ayam dan ikan yang telah dimasak.

Sekarang coba kamu buat contoh rekonstruksi laporan observasi tentang "kucing" berdasarkan arikel/ bacaan berikut!


Kucing Anggora 

Kucing Anggora adalah salah satu jenis kucing yang terkenal di dunia. Kucing ini dikenal karena memiliki bulu yang panjang. Sehingga sering dikira kucing persia. Tapi, kucing anggora mempunyai lapisan bulu yang berbeda dengan kucing persia, teman-teman. Apakah kamu ingin memelihara kucing Anggora? Ayo, kita cari tahu asal-usul, ciri, sifat, kesehatan, dan cara merawat kucing Anggora!


Asal-Usul Kucing Anggora

Kucing angora berasal dari Turki, teman-teman, tepatnya wilayah Ankara. Dulu, wilayah  Ankara juga dikenal dengan sebutan  wilayah Angora. Karenanya, dalam bahasa Inggris, kucing angora disebut kucing angora, teman-teman. Saat ini di Turki kucing angora semakin sedikit jumlahnya. Sehingga Kebun Binatang Ankara melakukan progam pengembangbiakan khusus untuk kucing Anggora.

Ciri dan Sifat Kucing Anggora

Kucing angora biasanya berukuran kecil atau sedang, beratnya 2,4 – 4 kilogram. Umumnya, kucing Anggora mencapai bulu terpanjangnya di usia dua tahun. Kucing Anggora memiliki tulang hidung yang lebih menonjol dan tidak pesek seperti kucing persia.

Kucing anggora memang terlihat anggun dan elegan, namun ia juga lincah dan pintar, teman-teman. Kucing anggora suka melompat ke bagian rumah yang tinggi dan ia selalu penasaran karena sifat alaminya adalah kucing yang aktif. Bukan hanya suka bermain, kucing anggora suka menarik perhatian manusia di sekitarnya. Makanya seringkali kucing ini tidak bisa diam.

Jika banyak kucing suka bermain saat masih kecil, kucing anggora masih memiliki sifat seperti anak kucing sampai ia dewasa. Kucing anggora juga bisa menjadi teman bagi kucing lain di rumah, karena kucing ini suka punya teman dan sifatnya ramah.

Selamat mengerjakan!



Rabu, 05 Agustus 2020

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat

Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Singkat

Beruang Madu

Beruang madu adalah jenis beruang terkecil di antara delapan jenis beruang yang terdapat di dunia. Tinggi tubuhnya hanya berkisar di angka 140 cm, dengan tinggi punggung 70 cm dan bobot antara 50 hingga 65 kg.

Bulu yang cenderung pendek namun berkilau terlihat menutupi seluruh tubuh beruang madu kecuali telapak kaki. Terdapat ciri yang sangat khas pada tubuh beruang madu yaitu tanda berwarna jingga yang berada tepat di bawah leher.

Beruang madu hidup di pepohonan. Mereka dapat bergerak dengan kecepatan 48 km/jam dan memiliki tenaga yang amat kuat. Karena tergolong mamalia, betina-betina beruang madu menyusui bayi mereka setelah beranak.

Hewan ini tergolong pemakan segala. Mereka tidak hanya mengonsumsi madu sesuai namanya, tapi juga beragam buah dan tumbuhan dalam hutan hujan tropis, termasuk pula tumbuhan jenis palem.

Selain madu dan tanaman, beruang madu juga senang memakan serangga, burung, serta binatang kecil lainnya.

Meski tenaganya amat kuat, beruang madu tergolong binatang yang mudah diserang. Mereka juga terancam punah karena habitat aslinya telah hilang dan dirusak.

Dikutip dari :

https://notepam.com/contoh-teks-laporan-hasil-observasi/