Rabu, 07 Oktober 2020

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Menganalisis Struktur dan Kebahasaan Teks Anekdot

Gambar ilustrasi 

Dikutip dari : 

https://www.skokul.com/2298/menganalisis-struktur-dan-kebahasaan-teks-anekdot/

Anekdot adalah cerita singkat yang menarik karena lucu dan mengesankan yang berisi kritikan. Kritikan tersebut bisa berupa permasalahan yang berkaitan dengan layanan publik atau orang-orang terkenal.

Kegiatan 1
Mengidentifikasi Struktur Teks Anekdot.

Anekdot memiliki pesan moral, unsur lucu, dan memiliki struktur yakni abstraksi, orientasi, krisis, reaksi, dan koda.

Struktur Isi dalam Teks Anekdot, yakni:

1. Abstraksi berupa cerita pembuka yang akan menggambarkan awal cerita.

2. Orientasi yaitu peninjauan yang menggambarkan situasi awal cerita. Orientasi akan membangun konteks pembaca terhadap suatu cerita.

3. Krisis yaitu bagian cerita yang menggambarkan keadaan yang genting atau terjadinya

4. konflik yang dialami oleh tokoh.

5. Reaksi yaitu tanggapan tokoh terhadap konflik yang muncul.

6. Koda yaitu penutup cerita atau keadaan akhir cerita.

Contoh :

Aksi Maling Tertangkap CCTV dari bentuk dialog ke dalam bentuk narasi

Seorang warga melapor kemalingan.

Pelapor : “Pak saya kemalingan.”
Polisi : “Kemalingan apa?”
Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak…”

Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”
Pelapor : “Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.”
Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”

Pelapor : “Belum …. “ (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan.
Polisi : “Itu ilegal. Anda saya tangkap.”

Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya).

Bacalah anekdot berikut di atas, kemudian pelajarilah cara menganalisis struktur anekdot.


Struktur Isi dalam Teks Anekdot di atas adalah:

1. Struktur abstraksi
Seorang warga melapor kemalingan.

2. Struktur orientasi
Pelapor : “Pak saya kemalingan.”
Polisi : “Kemalingan apa?”
Pelapor : “Mobil, Pak. Tapi saya beruntung Pak…”

3. Struktur krisis
Polisi : “Kemalingan kok beruntung?”
Pelapor : “Iya pak. Saya beruntung karena CCTV merekam dengan jelas. Saya bisa melihat dengan jelas wajah malingnya.”
Polisi : “Sudah minta izin malingnya untuk merekam?”

4. Struktur reaksi

Pelapor : “Belum …. “ (sambil menatap polisi dengan penuh keheranan.
Polisi : “Itu ilegal. Anda saya tangkap.”

5. Struktur koda
Pelapor : (hanya bisa pasrah tak berdaya).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar