MEREKONSTRUKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI
Merekonstruksi teks laporan adalah menyusun kembali teks tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, tetapi dengan tetap memperhatikan struktur teks dan isinya.
Merekonstruksi teks laporan adalah menyusun kembali teks tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, tetapi dengan tetap memperhatikan struktur teks dan isinya.
Berikut cara merekonstruksi teks laporan :
11. Tahap awal menulis laporan hasil observasi
adalah menentukan obyek yang ingin diamati dan ditulis laporannya. Misalnya,
ambil topik soal kucing.
22. Kedua, buatlah kerangka karangan berdasarkan
struktur teks laporan hasil observasi. Struktur teks laporan hasil observasi
terdiri dari definisi umum, deksripsi bagian, dan simpulan. Definisi umum bisa
berupa keterangan umum tentang kucing. Kemudian deskripsi bagian, berisi hasil
pengamatanmu tentang kucing secara terperinci. Setelah itu, simpulan. Simpulan
merupakan akhir dari uraian panjang suatu teks laporan hasil observasi.
Simpulanmu bisa berisi saran atau manfaat kucing bagi manusia.
33. Kembangkan kerangka tulisan. Laporan hasil
pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta. Fakta bisa kamu dapatkan dari
pengamatan langsung, maupun mengutip dari sumber-sumber yang terpercaya. Rangkai
gagasan-gagasan pokok ke dalam kalimat utama. Tambahkan kalimat penjelas untuk
mendukung kalimat utama.
44. Periksa kembali teks laporan hasil observasi
yang sudah kamu buat. Revisi jika terdapat kekeliruan.
Contohnya:
Kucing adalah salah satu hewan yang paling
populer. Di Indonesia, kucing dipelihara di rumah. Ada juga kucing liar yang
hidup bebas dan mencari makan sendiri. Kucing adalah hewan mamalia. Kucing
beranak dan menyusui. Kucing juga termasuk hewan karnivora yang artinya pemakan
daging. Kucing biasa memakan ayam dan ikan yang telah dimasak.
Sekarang coba kamu buat contoh rekonstruksi laporan observasi tentang "kucing" berdasarkan arikel/ bacaan berikut!
Kucing Anggora
Kucing Anggora adalah salah satu jenis kucing
yang terkenal di dunia. Kucing
ini dikenal karena memiliki bulu yang panjang. Sehingga sering dikira kucing
persia. Tapi, kucing anggora mempunyai lapisan bulu yang berbeda dengan
kucing persia, teman-teman. Apakah
kamu ingin memelihara kucing Anggora? Ayo, kita cari tahu asal-usul, ciri,
sifat, kesehatan, dan cara merawat kucing Anggora!
Asal-Usul Kucing Anggora
Kucing
angora berasal dari Turki, teman-teman, tepatnya wilayah Ankara. Dulu, wilayah Ankara juga dikenal dengan sebutan wilayah Angora. Karenanya,
dalam bahasa Inggris, kucing angora disebut kucing angora, teman-teman.
Saat ini di Turki kucing angora semakin sedikit jumlahnya. Sehingga Kebun
Binatang Ankara melakukan progam pengembangbiakan khusus untuk kucing Anggora.
Ciri dan Sifat Kucing Anggora
Kucing
angora biasanya berukuran kecil atau sedang, beratnya 2,4 – 4 kilogram.
Umumnya, kucing Anggora mencapai bulu terpanjangnya di usia dua tahun. Kucing Anggora memiliki
tulang hidung yang lebih menonjol dan tidak pesek seperti kucing persia.
Kucing
anggora memang terlihat anggun dan elegan, namun ia juga lincah dan pintar,
teman-teman. Kucing anggora suka melompat ke bagian rumah yang tinggi dan ia
selalu penasaran karena sifat alaminya adalah kucing yang aktif. Bukan hanya
suka bermain, kucing anggora suka menarik perhatian manusia di sekitarnya.
Makanya seringkali kucing ini tidak bisa diam.
Jika
banyak kucing suka bermain saat masih kecil, kucing anggora masih memiliki
sifat seperti anak kucing sampai ia dewasa. Kucing anggora juga bisa menjadi
teman bagi kucing lain di rumah, karena kucing ini suka punya teman dan
sifatnya ramah.
Selamat mengerjakan!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar