Minggu, 09 Agustus 2020

MEREKONSTRUKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI

MEREKONSTRUKSI TEKS LAPORAN HASIL OBSERVASI


Merekonstruksi teks laporan adalah menyusun kembali teks tersebut dengan menggunakan bahasa sendiri, tetapi dengan tetap memperhatikan struktur teks dan isinya.

Berikut cara merekonstruksi teks laporan :
11.   Tahap awal menulis laporan hasil observasi adalah menentukan obyek yang ingin diamati dan ditulis laporannya. Misalnya, ambil topik soal kucing.

22.  Kedua, buatlah kerangka karangan berdasarkan struktur teks laporan hasil observasi. Struktur teks laporan hasil observasi terdiri dari definisi umum, deksripsi bagian, dan simpulan. Definisi umum bisa berupa keterangan umum tentang kucing. Kemudian deskripsi bagian, berisi hasil pengamatanmu tentang kucing secara terperinci. Setelah itu, simpulan. Simpulan merupakan akhir dari uraian panjang suatu teks laporan hasil observasi. Simpulanmu bisa berisi saran atau manfaat kucing bagi manusia.

33.   Kembangkan kerangka tulisan. Laporan hasil pengamatan dapat dibuat berdasarkan fakta. Fakta bisa kamu dapatkan dari pengamatan langsung, maupun mengutip dari sumber-sumber yang terpercaya. Rangkai gagasan-gagasan pokok ke dalam kalimat utama. Tambahkan kalimat penjelas untuk mendukung kalimat utama.

44.  Periksa kembali teks laporan hasil observasi yang sudah kamu buat. Revisi jika terdapat kekeliruan.

Contohnya:

Kucing adalah salah satu hewan yang paling populer. Di Indonesia, kucing dipelihara di rumah. Ada juga kucing liar yang hidup bebas dan mencari makan sendiri. Kucing adalah hewan mamalia. Kucing beranak dan menyusui. Kucing juga termasuk hewan karnivora yang artinya pemakan daging. Kucing biasa memakan ayam dan ikan yang telah dimasak.

Sekarang coba kamu buat contoh rekonstruksi laporan observasi tentang "kucing" berdasarkan arikel/ bacaan berikut!


Kucing Anggora 

Kucing Anggora adalah salah satu jenis kucing yang terkenal di dunia. Kucing ini dikenal karena memiliki bulu yang panjang. Sehingga sering dikira kucing persia. Tapi, kucing anggora mempunyai lapisan bulu yang berbeda dengan kucing persia, teman-teman. Apakah kamu ingin memelihara kucing Anggora? Ayo, kita cari tahu asal-usul, ciri, sifat, kesehatan, dan cara merawat kucing Anggora!


Asal-Usul Kucing Anggora

Kucing angora berasal dari Turki, teman-teman, tepatnya wilayah Ankara. Dulu, wilayah  Ankara juga dikenal dengan sebutan  wilayah Angora. Karenanya, dalam bahasa Inggris, kucing angora disebut kucing angora, teman-teman. Saat ini di Turki kucing angora semakin sedikit jumlahnya. Sehingga Kebun Binatang Ankara melakukan progam pengembangbiakan khusus untuk kucing Anggora.

Ciri dan Sifat Kucing Anggora

Kucing angora biasanya berukuran kecil atau sedang, beratnya 2,4 – 4 kilogram. Umumnya, kucing Anggora mencapai bulu terpanjangnya di usia dua tahun. Kucing Anggora memiliki tulang hidung yang lebih menonjol dan tidak pesek seperti kucing persia.

Kucing anggora memang terlihat anggun dan elegan, namun ia juga lincah dan pintar, teman-teman. Kucing anggora suka melompat ke bagian rumah yang tinggi dan ia selalu penasaran karena sifat alaminya adalah kucing yang aktif. Bukan hanya suka bermain, kucing anggora suka menarik perhatian manusia di sekitarnya. Makanya seringkali kucing ini tidak bisa diam.

Jika banyak kucing suka bermain saat masih kecil, kucing anggora masih memiliki sifat seperti anak kucing sampai ia dewasa. Kucing anggora juga bisa menjadi teman bagi kucing lain di rumah, karena kucing ini suka punya teman dan sifatnya ramah.

Selamat mengerjakan!



Tidak ada komentar:

Posting Komentar