Teks
Laporan Hasil Observasi
Materi Pelajaran Bahasa Indonesia Kelas X SMK Negeri 1 Karimun TP-2020/ 2021
Teks laporan adalah teks yang berisi penjabaran umum/melaporkan
sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan (report) ini
juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis
sesuatu berdasarkan kriteria tertentu. Jenis teks ini mendeskripsikan atau
menggambarkan bentuk, ciri, atau sifat umum (general) seperti benda, hewan,
tumbuh-tumbuhan, manusia, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita.
Teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada.
Pengertian Teks Laporan
Hasil Observasi
Teks Laporan hasil
observasi adalah berita atau informasi yang dibuat berdasarkan pengamatan.
Menurut Kosasih (2014:43) menyatakan bahwa teks laporan hasil observasi
mengemukakan fakta-fakta yang diperoleh dari hasil pengamatan, bukan hasil
imajinasi. Hal ini menegaskan bahwa yang diungkapkan dalam laporan hasil
observasi adalah sesuatu yang terjadi.
Sifat Teks laporan Hasil
Observasi
- Bersifat Informatif
- Bersifat Komunikatif
- Bersifat Objektif
Fungsi Teks laporan Hasil
Observasi
Fungsi
yang dimaksud adalah untuk memberitahukan atau menjelaskan suatu kegiatan yang dilakukan. Hasil observasi terhadap suatu
objek juga dapat berfungsi untuk memberitahukan kepada pihak berwenang atau
terkait suatu informasi. Selanjutnya, informasi tersebut dapat dijadikan
sebagai dasar penyusunan kebijakan. Contohnya adalah teks laporan hasil
observasi kerusakan lingkungan. Selain itu, banyak teks laporan hasil observasi
yang dapat dijadikan bahan informasi untuk berbagai kepentingan. Teks laporan
hasil observasi secara umum juga berfungsi sebagai alat pendokumentasian suatu
objek atau suatu kegiatan.
Tujuan Teks laporan Hasil
Observasi
Tujuannya adalah melaporkan hasil observasi secara sistematis dan
objektif berupa hasil pengamatan untuk memecahkan suatu persoalan atau menguji
suatu hipotesis.
Struktur Teks laporan
Hasil Observasi
Setiap teks pasti memiliki struktur dan unsur pembangun. Demikian
pula dengan teks laporan hasil observasi. Teks laporan hasil observasi disusun
dengan struktur
- Pernyataan umum atau klasifikasi
Pernyataan umum berisi pembuka atau pengantar hal yang akan
disampaikan.
- Deskripsi Bagian
Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji,
menjelaskan secara garis besar pemahaman tentang hal tersebut. Penjelasan
detail mengenai objek atau bagian-bagiannya terdapat pada deskripsi bagian.
- Deskripsi Manfaat/
Deskripsi manfaat menunjukkan bahwa setiap objek yang diamati
memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan.
Kaidah Kebahasaan Teks
laporan Hasil Observasi
1.
Menggunakan : Kata Benda (Nomina)
seperti hiu paus, Taman Nasional Laut Teluk Cendrawasih
- Verba dan frase
verbal untuk
menjelaskan ciri (Hiu paus memiliki mulut
besar yang lebarnya bisa sampai 1,4 meter).
- Verba aktif dalam
menjelaskan perilaku, misalnya Ikan ini makan dengan
menyaring air laut menyerupai kebanyakan jenis paus.
- Istilah misalnya filter
feeder (penyaring
makanan), plankton, soliter
- Paragraf
dengan topic sentences (kalimat utama) untuk
menyusun sebuah informasi (setiap aspek yang dilaporkan diperinci dalam
beberapa paragraf / deduktif-induktif)
2.
Kata benda atau nomina
Kata benda atau nomina adalah kata yang mengacu kepada sesuatu
benda (konkret maupun abstrak).Kata benda berfungsi sebagai subjek, objek,
pelengkap, dan keterangan.
Ciri-ciri kata benda :
- Dapat diingkari dengan kata bukan.
Contoh : bukan gula, bukan rumah, bukan mimpi, bukan pengetahuan.
- Dapat diikuti dengan gabungan kata
yang + KS (kata sifat) atau yang sangat + KS
Contoh : buku yang mahal, pengetahuan yang sangat penting, orang
yang baik.
3.
Frasa verbal
Frasa kerja atau frasa verba adalah frasa yang distribusinya sama
dengan kata kerja atau verba.Contoh: Adik sejak tadi akan menulis dengan
pensil baru.
4.
Frasa nomina
Frasa benda atau frasa nomina adalah frasa yang distribusinya sama
dengan kata benda. Unsur pusat frasa benda yaitu kata benda.
Contoh:
Dita menerima hadiah ulang tahun.
5.
Berbagai istilah atau
kata yang umum
Digunakan pada satu bidang tertentu misalnya garpu tala dan
destilasi.
6.
Kalimat yang hanya
menggunakan satu verba atau disebut kalimat simpleks
Kalimat simpleks adalah kalimat yang hanya terdiri atas satu verba
utama yang menggambarkan aksi, peristiwa, atau keadaan. Kalimat simpleks yang
sesungguhnya sama dengan kalimat tunggal (hanya mengandung satu struktur:
S-P-O-Ket-Pel). Unsur yang diletakan di dalam kurung belum tentu ada dalam
kalimat. Pada contoh berikut ini yang dimaksud verba utama adalah membaca. Verba tinggal pada
unsur subjek dianggap bukan verba utama. Kalimat tersebut mempunyai satu
struktur, yaitu S-P-Ket tempat. Contoh kalimat simpeks:
1. Tumbuh-tumbuhan
tidak dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain.
2. Tumbuh-tumbuhan
tidak dapat menghasilkan makanan sendiri.
3. Namun,
tidak semua tumbuh-tumbuhan mempunyai bunga.
7.
Kalimat yang menggunakan
dua verba atau lebih yang disebut dengan kalimat kompleks
Kalimat kompleks adalah ;kalimat yang terdiri atas lebih dari satu
aksi, peristiwa, atau keadaan sehingga mempunyai lebih dari satu verba
utama dalam lebih dari satu struktur. Struktur yang satu dan struktur yang lain
biasanya dihubungkan oleh konjungsi, tetapi sering pula hubungan itu hanya
ditunjukkan oleh tanda koma atau titik koma, bahkan tidak ditunjukkan oleh
tanda baca apa pun. Kalimat kompleks dibagi menjadi dua jenis, yaitu kelimat
kompleks parataktik dan kalimat kompleks hipotaktik. Contoh kalimat:
- Benda di dunia dapat dikelompokan
atas persamaan dan perbedaanya.
- Semua benda didunia ini dapat
diklasifikasikan menjadi dua kelompok, yaitu benda hidup dan benda mati.
- Yang pertama sering disebut
makhluk hidup dan yang kedua disebut makhluk mati.
8.
Kata penghubung atau
konjungsi
Kata penghubung ialah kata yang menghubungkan kata dengan kata
dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah
paragraf.
Contoh : dan, atau, tetapi, sesudah, jika, agar, supaya, dengan, bahwa,
karena, ketika, maka, sedangkan, hingga, meski, lalu, sambil, serta, apabila,
lagi pula, andaikata, sebab, sebelum, selama, sehingga,seandainya, sekiranya,
melainkan, semenjak,andaikan, bagaikan, asalkan, jangankan, walaupun, meskipun,
kendatipun, lagi, hanya, sekalipun, melainkan, sampai-sampai, tatkala, kecuali,
seraya, sambil.
9.
Persamaan kata atau
sinonim
Sinonim adalah pertalian dua kata atau lebih yang memiliki makna
sama atau hampir sama. Suatu kata bersinonim dengan kata lainnya apabila dalam
kalimat yang sama, kata-kata tersebut dapat saling menggantikan.
Atau kata-kata yang memiliki kesamaan arti secara struktural atau leksikal
dalam berbagai urutan kata-kata sehingga memiliki daya tukar (substitusi)
Contoh:
- ciri
= tanda
- benar = betul
- agar = supaya
- rajin = giat
- hemat = irit
10.
Lawan kata atau antonim
Antonim adalah kata-kata yang memiliki pertalian makna
bertentangan secara penuh atau secara sebagian dalam berbagai urutan kata.
Contoh:
- siang > < malam
- pulang > < pergi
- kaya ><miskin
- panjang> < pendek
- hidup > < mati
Ciri Ciri Teks laporan
Hasil Observasi
1. Isi teks
bersifat objektif dan tidak memihak.
2. Harus
ditulis berdasarkan fakta yang terjadi pada saat pengamatan dilakukan.
3. Isi teks
tidak mengandung hal-hal yang bersifat penyimpangan, dugaan-dugaan yang tidak
tepat, atau juga pemihakan terhadap sesuatu.
4. Teks
observasi disajikan dalam bentuk yang menarik, tata bahasa yang baik, susunan
teksnya logis, dan isi dari teks berbobot dan berkualitas.
5. Isi teks
harus ditulis secara lengkap dan sempurna.
Langkah-langkah
penyusunan teks laporan hasil observasi
|
||
Untuk membuat teks laporan hasil
observasi agar lebih mudah, maka langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
|
||
1
|
Melakukan observasi objek
penelitian yang akan dijadikan judul laporan
|
|
2
|
Menentukan judul laporan yang baik
dan benar sesuai dengan pengamatan yang dilakukan
|
|
3
|
Menusun kalimat pembuka
|
|
4
|
Menusun isi laporan yang berisi
gagasan atau ide pokok dan saran yang disertai alasan terhadap laporan hasil
pengamatan.
|
|
5
|
Menulis kalimat penutup.
|
|
Untuk menyusun teks laporan hasil
observasi setiadaknya anda harus melihatkan 5 W + 1 H dengan
uraian sebagai berikut:
|
||
1
|
What (apa)
|
|
2
|
Who (siapa)
|
|
3
|
When (kapan)
|
|
4
|
Where (di mana)
|
|
5
|
Why (mengapa)
|
|
6
|
How (Bagaimana)
|
|
Untuk membuat teks hasil observasi
yang menarik maka syarat-syarat di bawah ini harus terpenuhi:
|
||
1
|
Objek yang akan diamati harus
menarik.
|
|
2
|
Objektif.
|
|
3
|
Disusun secara sistematis.
|
|
4
|
Dapat dipertanggungjawabkan
kebenarannya.
|
|
5
|
Menggunakan bahasa yang efektif
dan logis.
|
|
Contoh Teks laporan Hasil
Observasi dan Strukturnya
Wayang
Wayang adalah seni
pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya asli Indonesia.
UNESCO, lembaga yang mengurusi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003
menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor berasal dari
Indonesia. Wayang merupakan warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam
seni bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
Para wali songo,
penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi tiga. Wayang kulit di
Timur, wayang wong atau
wayang orang di Jawa Tengah, dan wayang golek atau wayang boneka di Jawa Barat. Penjenisan
tersebut disesuaikan dengan penggunaan bahan wayang. Wayang kulit dibuat dari
kulit hewan ternak, misalnya kulit kerbau, sapi, atau kambing. Wayang wong
berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. Wayang golek adalah wayang yang menggunakan boneka kayu
sebagai pemeran tokoh. Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar
tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan lain, antara
lain wayang suket dan
wayang motekar.
Wayang kulit dilihat
dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis
yang paling terkenal, karena diperkirakan memiliki umur paling tua adalah
wayang purwa. Purwa berasal
dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang
ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, serta
diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan
nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit.
Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti ‘orang’) adalah salah
satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh orang. Wayang orang yang
dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan yang dikenal di suku Jawa
adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh orang yang menggunakan
topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian.
Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam
acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur.
Selanjutnya, jenis
wayang yang lain adalah wayang golek yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda.
Selain wayang golek Sunda, wayang yang terbuat dari kayu adalah wayang menak
atau sering juga disebut wayang golek menak karena cirinya mirip dengan wayang
golek. Wayang tersebut kali pertama dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang
yang berbahan dasar kayu adalah wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan
golek. Wayang tersebut berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi,
cerita yang diangkat adalah cerita Panji dan Damarwulan.
Wayang lain yang terbuat
dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi,
wayang golek techno, dan wayang ajen. Perkembangan terbaru dunia pewayangan
menghasilkan kreasi berupa wayang suket. Jenis wayang ini disebut suket karena wayang yang digunakan terbuat dari rumput
yang dibentuk menyerupai wayang kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari
berbagai fgur wayang kulit yang terbuat dari rumput (bahasa Jawa: suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau
penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa.
Dalam versi lebih
modern, terdapat wayang motekar atau wayang plastic berwarna. Wayang motekar
adalah sejenis pertunjukan teater bayang-bayang atau serupa wayang kulit.
Namun, jika wayang kulit memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang
motekar menggunakan teknik terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan
warna-warni penuh. Wayang tersebut menggunakan bahan plastik berwarna, sistem
pencahayaan teater modern, dan layar khusus.
Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi kebudayaan yang
dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain sebagai media
pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang bermanfaat sebagai media
pendidikan karena isinya banyak memberikan ajaran kehidupan kepada manusia.
Pada era modern ini, wayang juga banyak digunakan sebagai media informasi. Ini
antara lain dapat kita lihat pada pagelaran wayang yang disisipi informasi
tentang program pembangunan seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum,
dan sebagainya.Yang terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi
media hiburan.
Contoh analisis struktur teks diatas adalah sebagai berikut :
Bagian Struktur
|
Isi
|
Analisis
|
Pernyataan
umum atau klasifikasi |
Wayang adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan
sebagai warisan budaya asli Indonesia.
UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003
menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari
Indonesia, sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai dalam seni
bertutur (Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity).
|
Pernyataan
Umum atau umum |
Deskripsi
Bagian |
Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya
pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis. Jenis yang paling terkenal, karena
diperkirakan memiliki umur paling tua adalah wayang purwa. Purwa berasal
dari bahasa Jawa, yang berarti awal. Wayang ini terbuat dari kulit kerbau
yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan,
diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa
dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit.
Cerita yang biasanya digunakan adalah Ramayana dan Mahabharata. Wayang purwa
terdiri atas beberapa gaya atau gagrak seperti, gagrak Kasunanan,
Mangkunegaraan; Ngayogyakarta, Banyumasan, Jawatimuran, Kedu, Cirebon, dan
sebagainya. Selain wayang purwa jenis wayang kulit yang lain yaitu: wayang
madya wayang gedog wayang dupara, wayang wahyu, wayang suluh, wayang kancil,
wayang calonarang, wayang krucil; wayang ajen; wayang sasak, wayang sadat,
wayang parwa wayang arja, wayang gambuh, wayang cupak dan wayang
beber yang saat ini masih berkembang di Pacitan. |
Deskripsi
tentang salah satu jenis wayang |
Deskripsi
Bagian |
Wayang wong (bahasa Jawa yang berarti
‘orang’) adalah salah satu pertunjukan wayang yang diperankan langsung oleh
orang. Wayang orang yang dikenal di suku Banjar adalah wayang gung, sedangkan
yang dikenal di suku Jawa adalah wayang topeng. Wayang topeng dimainkan oleh
orang yang menggunakan topeng. Wayang tersebut dimainkan dengan iringan
gamelan dan tari-tarian.
Perkembangan wayang orang pun saat ini beragam, tidak hanya digunakan dalam acara ritual, tetapi juga digunakan dalam acara yang bersifat menghibur. |
Deskripsi
tentang salah satu jenis wayang |
Deskripsi
Bagian |
Selanjutnya, jenis wayang yang lain adalah wayang golek
yang mempertunjukkan boneka kayu. Wayang golek berasal dari Sunda. Wayang ini
disebut juga sebagai wayang thengul. Selain wayang golek Sunda, wayang yang
terbuat dari kayu adalah wayang menak atau sering juga disebut wayang golek
menak karena cirinya mirip dengan wayang golek. Wayang tersebut pertama kali
dikenalkan di Kudus. Selain golek, wayang yang berbahan dasar kayu adalah
wayang klithik. Wayang klithik berbeda dengan golek. Wayang tersebut
berbentuk pipih seperti wayang kulit. Akan tetapi, cerita yang diangkat
adalah cerita Panji dan Damarwulan. Wayang lain yang terbuat
dari kayu adalah wayang papak atau cepak, wayang timplong, wayang potehi, wayang golek techno, dan wayang ajen. |
Deskripsi
tentang salah satu jenis wayang |
Deskripsi
Bagian |
Perkembangan terbaru dunia pewayangan menghasilkan kreasi
berupa wayang suket. Disebut wayang suket karena
wayang yang digunakan terbuat dari rumput yang dibentuk menyerupai wayang
kulit. Wayang suket merupakan tiruan dari berbagai figur wayang kulit yang
terbuat dari rumput (bahasa Jawa:
suket). Wayang suket biasanya dibuat sebagai alat permainan atau penyampaian cerita pewayangan kepada anak-anak di desa-desa Jawa. |
Deskripsi
tentang salah satu jenis wayang |
Deskripsi
Bagian |
Dalam versi lebih modern, terdapat wayang motekar atau
wayang plastik berwarna. Wayang motekar adalah sejenis pertunjukan teater
bayang-bayang atau serupa wayang kulit. Akan tetapi, jika wayang kulit
memiliki bayangan yang berwarna hitam saja, wayang motekar menggunakan teknik
terbaru hingga bayang-bayangnya bisa tampil dengan warna warni penuh. Wayang
motekar ditemukan dan dikembangkan oleh Herry Dim setelah melewati eksperimen
lebih dari delapan tahun (1993 – 2001). Wayang tersebut menggunakan bahan
plastik berwarna, sistem pencahayaan teater modern, dan layar khusus.
|
Deskripsi
tentang salah satu jenis wayang |
Deskripsi
Manfaat |
Semua jenis wayang di atas merupakan wujud ekspresi
kebudayaan yang dapat dimanfaatkan dalam berbagai kehidupan antara lain
sebagai media pendidikan, media informasi, dan media hiburan. Wayang
bermanfaat sebagai media pendidikan karena isinya banyak memberikan
ajaran-ajaran kehidupan kepada manusia. Pada era modern ini, wayang juga
banyak digunakan sebagai media informasi. Ini antara lain dapat kita lihat
dari pagelaran wayang yang disisipi informasi tentang program pembangunan
seperti keluarga berencana (KB), pemilihan umum, dan sebagainya. Yang
terakhir, meski semakin jarang, wayang masih tetap menjadi media hiburan.
|
DAFTAR PUSTAKA
Buku
Bahasa Idonesia kurikulum 2013 kelas X



Tidak ada komentar:
Posting Komentar